TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Sebuah spanduk bernada sindiran terhadap kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, terlihat terpasang di pagar Kantor Bale Kota Tasikmalaya pada Senin (2/1/2026). Keberadaan spanduk tersebut langsung menyita perhatian warga, terutama para pengendara yang melintas di Jalan Letnan Harun.
Spanduk berwarna putih itu terpasang cukup mencolok dan berisi kritik terkait sikap Wali Kota Tasikmalaya yang dinilai berbeda dalam menyikapi kedatangan pejabat negara dan masyarakat.
"Wapres Datang Wali Kota Terdepan, Giliran Masyarakat Datang, Wali Kota Menghilang," tulisnya dalam spanduk tersebut.
Tulisan dalam spanduk itu diduga menjadi representasi keresahan sebagian warga yang merasa aspirasi mereka kerap tidak ditanggapi langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya. Hal ini dikaitkan dengan sejumlah peristiwa unjuk rasa dan audiensi yang tidak dihadiri langsung oleh Viman Alfarizi Ramadan.
Salah satunya terjadi saat ribuan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bale Kota Tasikmalaya. Dalam aksi tersebut, Wali Kota Tasikmalaya tidak terlihat menemui para guru yang hendak menyampaikan aspirasi.
Situasi serupa juga terjadi saat audiensi yang digelar oleh aktivis mahasiswa. Wali kota kembali tidak menemui massa aksi, bahkan para aktivis sempat mendatangi langsung ruang kerja wali kota di dalam gedung Bale Kota Tasikmalaya.
Terakhir, pada Jumat (30/1/2026) lalu, Wali Kota Tasikmalaya kembali tidak tampak menemui massa aksi mahasiswa yang menggelar unjuk rasa. Massa aksi saat itu hanya ditemui oleh Asisten Daerah (Asda) III Hanafi dan Kepala Kesbangpol Kota Tasikmalaya Ade Hendar, didampingi Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto.
Kekecewaan massa aksi memicu tindakan pembakaran ban di depan Kantor Bale Kota Tasikmalaya. Bahkan, aksi dorong-mendorong antara aparat kepolisian dan massa tidak terhindarkan saat massa berupaya masuk ke dalam gedung.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa individu atau kelompok yang memasang spanduk sindiran tersebut di pagar Kantor Bale Kota Tasikmalaya.