Ikuti Kami :

Disarankan:

Stadion Dadaha Memprihatinkan, Wali Kota Tasikmalaya Lobi Bappenas dan Gandeng Investor untuk Revitalisasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26 WIB
Stadion Dadaha Memprihatinkan, Wali Kota Tasikmalaya Lobi Bappenas dan Gandeng Investor untuk Revitalisasi
Stadion Dadaha Memprihatinkan, Wali Kota Tasikmalaya Lobi Bappenas dan Gandeng Investor untuk Revitalisasi.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi merespons kondisi Stadion Dadaha yang memprihatinkan. Pemkot dorong revitalisasi lewat bantuan Bappenas dan kerja sama investor (8/8/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kondisi Stadion Wiradadaha yang menjadi sarana olahraga kebanggaan warga Kota Tasikmalaya kian memprihatinkan.

Pantauan di lokasi menunjukkan rumput lapangan sepak bola tampak hilang dan mengering akibat cuaca kemarau. Sementara itu, di area tribun penonton, khususnya sisi timur, kursi-kursi tampak copot tak beraturan, disertai pembatas tribun luar yang mulai rusak dan terlepas.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus berkomitmen untuk membenahi dan meningkatkan kualitas fasilitas Stadion Wiradadaha.

Viman menjelaskan bahwa dokumen perencanaan awal berupa Detail Engineering Design (DED) penataan stadion sebenarnya telah rampung disiapkan. Namun, keterbatasan anggaran APBD Kota Tasikmalaya menjadi kendala utama dalam merealisasikan pembangunan secara mandiri.

"Mengenai Stadion Dadaha, kami senantiasa ingin fasilitas ini jauh lebih baik. Cita-cita dan rancangan DED-nya sudah ada. Kami terus berikhtiar mencari formulasi penganggaran karena dengan kondisi kapasitas APBD saat ini, pembangunan secara mandiri memang belum bisa terwujud," ujar Viman, Sabtu (8/8/2026) pagi.

Untuk menyiasati keterbatasan anggaran daerah, Pemkot Tasikmalaya menempuh berbagai strategi paralel. Selain rutin mengajukan permohonan bantuan keuangan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Pemkot juga berencana mengusulkan revitalisasi Stadion Dadaha ke Bappenas agar masuk dalam program strategis nasional.

"Kami tidak akan tinggal diam. Lobi ke Pemprov Jabar terus kita lakukan secara konsisten. Selanjutnya, kami juga coba menembus pemerintah pusat melalui Bappenas agar bisa terakomodasi dalam program nasional. Berbagai jalur kita tempuh," jelas Viman.

Di sisi lain, Pemkot Tasikmalaya membuka pintu selebar-lebarnya bagi sektor swasta dan investor yang berminat mengelola serta mengembangkan kawasan Stadion Dadaha berbasis sports tourism.

Viman mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sejumlah investor yang melirik potensi kawasan Dadaha, mulai dari rencana pembangunan sarana mini soccer, lapangan olahraga padel di area dekat panahan, hingga minat pengelolaan stadion secara profesional.

"Kami membuka peluang investasi apabila ada pihak ketiga yang ingin bersama-sama pemerintah mengembangkan Dadaha sebagai kawasan sports tourism. Bahkan sudah ada beberapa investor yang berminat menggarap lahan dekat panahan untuk mini soccer dan padel, termasuk yang berminat pada pengelolaan stadion itu sendiri. Nanti akan kita lihat perkembangannya," pungkas Viman.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement