Ikuti Kami :

Disarankan:

Suhu Panas di Tanah Suci, Jemaah Haji Kota Tasikmalaya Diminta Batasi Aktivitas Jelang Wukuf

Rabu, 20 Mei 2026 | 16:34 WIB
Suhu Panas di Tanah Suci, Jemaah Haji Kota Tasikmalaya Diminta Batasi Aktivitas Jelang Wukuf
Suhu Panas di Tanah Suci, Jemaah Haji Kota Tasikmalaya Diminta Batasi Aktivitas Jelang Wukuf.

Jemaah haji asal Kota Tasikmalaya kini mulai memasuki fase krusial menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Seluruh jemaah dijadwalkan bergerak menuju Arafah pada 25 Mei, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pelaksanaan ibadah wukuf pada 26 Mei 2026.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Jemaah haji asal Kota Tasikmalaya kini mulai memasuki fase krusial menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Seluruh jemaah dijadwalkan bergerak menuju Arafah pada 25 Mei, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pelaksanaan ibadah wukuf pada 26 Mei 2026.

Mengingat pentingnya fase tersebut, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya mengimbau keras seluruh jemaah untuk membatasi aktivitas di luar hotel demi menjaga stamina dan menghemat tenaga.

Kepala Kemenhaj Kota Tasikmalaya, Husna Mustofa, menegaskan bahwa kondisi fisik yang prima menjadi kunci utama dalam kelancaran ibadah wukuf di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah diminta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang tidak wajib.

"Momen Armuzna ini sangat menentukan, sehingga kondisi fisik jemaah harus dijaga sejak sekarang. Kami mengimbau jemaah tidak terlalu sering beraktivitas di luar hotel untuk kegiatan yang tidak wajib. Ini demi menghemat tenaga di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem di Arab Saudi," ujar Husna Mustofa, Rabu (20/5/2026) siang.

Husna menambahkan, tim petugas haji di lapangan saat ini terus melakukan sosialisasi dan edukasi secara intensif mengenai pentingnya mengatur pola istirahat serta pemenuhan nutrisi yang cukup agar kondisi kesehatan jemaah tetap stabil.

Tantangan suhu panas di Arab Saudi yang fluktuatif juga menjadi sorotan serius. Terpisah, Tim Pendamping Haji Daerah Kloter KJT 04 Kota Tasikmalaya, Aep Syam, membenarkan bahwa cuaca ekstrem di Tanah Suci saat ini sangat berisiko memicu kelelahan akut hingga dehidrasi bagi jemaah.

"Asupan air minum itu harus cukup, jangan sampai tubuh kekurangan cairan. Kasus kurang cairan ini yang paling sering memicu masalah kesehatan jemaah di lapangan," ungkap Aep Syam.

Selain menjaga kecukupan cairan tubuh, Aep juga mengingatkan para jemaah untuk disiplin mengenakan alat pelindung diri (APD) setiap kali terpaksa harus keluar dari hotel.

"Jika harus keluar, pastikan selalu memakai pelindung seperti topi penutup kepala, masker, dan kacamata hitam. Langkah sederhana ini sangat membantu mereduksi dampak paparan panas langsung," jelasnya.

Hingga saat ini, tim medis dan petugas kloter terus melakukan pemantauan serta pemeriksaan kesehatan berkala dari kamar ke kamar guna memastikan seluruh jemaah haji asal Kota Tasikmalaya siap menghadapi puncak ibadah haji 2026 dengan aman dan lancar.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement