TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 dengan konsep yang sangat berbeda. Acara yang berlangsung di Gedung Creative Center (GCC) Kompleks Olahraga Dadaha, Kecamatan Cihideung, pada Selasa (23/2/2026) pagi ini, memadukan agenda formal pemerintahan dengan sentuhan budaya dan kreativitas tingkat tinggi.
Mengusung tema "Creative Culture", Musrenbang kali ini dimeriahkan dengan pagelaran wayang golek yang unik, di mana Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra bersama Kadisporabudpar Deddy Mulyana tampil langsung sebagai dalang. Tema tersebut sengaja dipilih untuk mendorong kreativitas dan budaya sebagai kunci utama pembangunan di bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, serta pariwisata.
Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana, menjelaskan bahwa kreativitas dan budaya merupakan energi masa depan serta identitas jati diri Kota Tasikmalaya. Menurutnya, ketika keduanya bersatu, akan lahir inovasi yang berakar kuat namun tetap adaptif terhadap zaman. Menariknya, Deddy mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran tidak menjadi penghalang untuk menggelar acara semeriah ini karena pihaknya berhasil menggandeng pihak sponsor.
Tujuan utama dari Musrenbang ini adalah menyusun perencanaan program strategis tahun 2027 yang selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Deddy menetapkan lima sasaran strategis, mulai dari peningkatan partisipasi pemuda, prestasi olahraga, hingga perlindungan dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan serta cagar budaya daerah. Selain itu, Disporabudpar juga menargetkan peningkatan kunjungan wisata serta penguatan akuntabilitas kinerja pelayanan.
Bersamaan dengan acara tersebut, diluncurkan pula Calendar of Event Tasikmalaya (COET) 2026 yang merilis total 181 agenda kegiatan sepanjang tahun depan. Melalui perencanaan yang matang, diharapkan seluruh urusan di bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata dapat terealisasi secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Konsep kreatif ini mendapat pujian setinggi langit dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra. Ia menyebut bahwa Musrenbang Disporabudpar ini kemungkinan menjadi yang paling unik di seluruh Indonesia karena mampu mengemas acara formal menjadi sangat menarik sekaligus menggandeng pihak swasta melalui sponsorship. Diky meyakini pola kreatif ini bisa menjadi motivasi bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Meski demikian, Diky memberikan catatan penting mengenai citra Musrenbang di mata masyarakat yang terkadang dianggap sekadar ruang wacana atau "pemberi harapan palsu" (PHP). Ia menekankan perlunya promosi yang baik mengenai hasil Musrenbang serta pembenahan sistem agar aspirasi yang muncul benar-benar diperjuangkan. Pimpinan daerah diharapkan mampu memilah mana kebutuhan yang bisa didanai APBD dan mana yang harus diperjuangkan melalui anggaran provinsi maupun dana CSR.
Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan DPRD Kota Tasikmalaya, sejumlah kepala OPD terkait, Ketua KONI, para budayawan, serta pegiat olahraga dan kepemudaan yang berkomitmen mengawal arah pembangunan Kota Tasikmalaya di masa depan.