TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dalam upaya mencetak generasi muda yang berkarakter dan taat hukum, Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar memberikan pembekalan materi dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMKN 2 Tasikmalaya, Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang memasuki hari kedua ini fokus pada pembentukan disiplin serta pemahaman nilai-nilai kebangsaan.
Hadir sebagai narasumber, Briptu Muhamad Tegar Islami, anggota Kompi 2 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar. Di hadapan ratusan siswa berseragam pramuka, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang memerintah, melainkan tentang tanggung jawab dan integritas diri yang kuat.
Kesadaran Hukum Berbasis Nilai Spiritual
Dalam paparannya, Briptu Muhamad Tegar menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi penegakan hukum di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Menurutnya, ketaatan terhadap aturan tidak boleh hanya didasari oleh rasa takut kepada petugas atau sanksi formal, melainkan harus tumbuh dari kesadaran nurani.
"Bahwa kesadaran hukum akan muncul ketika manusia paham bahwa ada relasi hubungan antara manusia dengan Tuhan yang akan dipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya tentang siapa yang membuat hukum, siapa penegak hukumnya, atau siapa yang harus menaati hukum tersebut, melainkan tentang integritas kita sebagai makhluk ciptaan-Nya," ujar Briptu Muhamad Tegar Islami, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan bahwa jika seorang siswa sudah memiliki kesadaran spiritual yang baik, maka secara otomatis mereka akan disiplin, menjauhi perundungan (bullying), serta terhindar dari kenakalan remaja karena merasa selalu diawasi oleh Sang Pencipta.
Kegiatan LDKS ini merupakan agenda rutin SMKN 2 Tasikmalaya untuk menyaring potensi kepemimpinan di tingkat organisasi kesiswaan. Melalui kolaborasi dengan Satbrimob Polda Jabar, sekolah berharap para siswa mendapatkan wawasan langsung dari aparat penegak hukum mengenai pentingnya kedisiplinan dan mentalitas yang tangguh.
Kehadiran instruktur dari Korps Brimob memberikan warna tersendiri, di mana nilai-nilai ketegasan dipadukan dengan pendekatan edukatif yang humanis.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para peserta LDKS tidak hanya mahir dalam berorganisasi, tetapi juga menjadi pelopor kesadaran hukum di lingkungan sekolah dan keluarga, demi terwujudnya generasi emas yang cerdas dan berakhlak mulia.