Ikuti Kami :

Disarankan:

Tekan Kebocoran Pipa, Perumda Tirta Anom Banjar Bentuk Tim NRW

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:58 WIB
Tekan Kebocoran Pipa, Perumda Tirta Anom Banjar Bentuk Tim NRW
Tekan Kebocoran Pipa, Perumda Tirta Anom Banjar Bentuk Tim NRW.

Perumda Tirta Anom Kota Banjar meluncurkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih dengan membentuk tim khusus Non-Revenue Water (NRW). Tim ini dibentuk untuk menekan angka kebocoran pipa yang selama ini menjadi persoalan klasik dalam distribusi air bersih.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Perumda Tirta Anom Kota Banjar meluncurkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih dengan membentuk tim khusus Non-Revenue Water (NRW). Tim ini dibentuk untuk menekan angka kebocoran pipa yang selama ini menjadi persoalan klasik dalam distribusi air bersih.

Direktur Perumda Tirta Anom Kota Banjar, E. Fitrah Nurkamilah, mengatakan pembentukan tim NRW bertujuan memastikan air yang diproduksi dapat tersalurkan secara optimal kepada pelanggan.

“Dengan mengurangi air yang terbuang sia-sia, pendapatan perusahaan juga meningkat. Hasil akhirnya adalah pelayanan air bersih kepada pelanggan menjadi lebih optimal,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Sementara itu, Kepala Bagian Teknik Perumda Tirta Anom, Agus Koswara, menyebut pihaknya langsung mengerahkan tiga sub-bagian penting, yakni distribusi, perencanaan teknik, serta hubungan langganan, untuk melakukan pemetaan kebocoran pipa.

Pada tahap awal, tim NRW memfokuskan pemeriksaan di empat lokasi, yaitu Jalan Pegadaian, Pasar Banjar, Jalan Letjen Suwarto, serta Perum Pepabri Banjar Kolot.

“Begitu ada indikasi kebocoran, tim kami langsung bergerak. Setelah wilayah ini selesai, pemeriksaan akan meluas ke seluruh area layanan Kota Banjar,” jelas Agus.

Dari hasil pengecekan awal, tim menemukan indikasi kebocoran cukup signifikan. Di depan SMP Negeri 1 Banjar, debit aliran air tercatat mencapai sekitar 30 liter per detik. Namun, saat dilakukan pengukuran di Jembatan Ciroas, debit air menurun drastis menjadi hanya 3 liter per detik.

“Perbedaan yang sangat jauh ini membuktikan ada kebocoran besar di antara dua titik tersebut,” ungkapnya.

Dengan strategi ini, Perumda Tirta Anom berharap tingkat kehilangan air dapat ditekan, pendapatan perusahaan meningkat, serta pelanggan memperoleh layanan air bersih yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Pembentukan tim NRW tersebut menjadi bukti komitmen Perumda Tirta Anom Kota Banjar dalam menjawab keluhan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan layanan publik di daerah tersebut.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement