TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Sebanyak enam personel BPBD Kota Tasikmalaya mengikuti pelatihan selam tahap dasar yang digelar di arena kolam renang Pasir Pataya, Kecamatan Cibeureum, Sabtu (9/5/2026) pagi.
Pelatihan yang diinisiasi oleh Scuba Diver Tasikmalaya tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan personel dalam penanganan situasi kebencanaan, khususnya yang membutuhkan teknik penyelaman.
Selain personel BPBD, pelatihan juga diikuti peserta dari sejumlah instansi lainnya.
Koordinator Lapangan URC BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi petugas di lapangan.
“Ada enam personel yang mengikuti pelatihan ini. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan petugas,” ujarnya.
Menurut Harisman, meskipun kejadian yang memerlukan keterampilan selam tergolong jarang, kemampuan dasar penyelaman tetap penting dimiliki personel BPBD sebagai bekal dalam penanganan keadaan darurat tertentu.
“Kalau suatu saat ada kejadian yang membutuhkan teknik selam, minimal petugas sudah memahami cara membantu di lapangan,” jelasnya.
Ia menegaskan, dalam pelatihan tahap dasar ini personel belum ditargetkan menjadi penyelam profesional. Namun, peserta diharapkan memahami pengenalan alat, cara penggunaan, hingga pemeliharaan perlengkapan selam.
“Ini memang masih tahap dasar, tetapi kemampuan seperti ini perlu dipelajari secara bertahap,” katanya.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, dengan materi awal berupa pengenalan dasar penyelaman yang melengkapi kemampuan penanganan bencana yang telah dimiliki personel BPBD sebelumnya.
Harisman menambahkan, pelatihan selam terakhir yang diikuti BPBD Kota Tasikmalaya dilaksanakan pada tahun 2019 bekerja sama dengan Basarnas. Karena keterampilan tersebut jarang digunakan, kemampuan personel perlu terus diperbarui agar tidak hilang.
“Sangat bermanfaat bagi petugas. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, BPBD Kota Tasikmalaya diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana dan situasi darurat yang membutuhkan kemampuan khusus di lapangan.