Jadwal SIM Keliling Polres Tasikmalaya Kota Hari Ini, Kamis, 13 Agustus 2026
Layanan ini bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengurus perpanjangan SIM tanpa harus datang langsung ke kantor Satpas.
Disarankan:
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, meminta agar anak Sungai Cibanjaran yang meluap dan merendam rumah warga di Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, segera dinormalisasi.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, meminta agar anak Sungai Cibanjaran yang meluap dan merendam rumah warga di Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, segera dinormalisasi.
Permintaan tersebut disampaikan Asep usai meninjau lokasi terdampak banjir dan tanggul jebol di wilayah Desa Linggajati, pada Sabtu (1/11/2025) siang. Dalam peninjauan itu, ia didampingi oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD, BPBD, BBWS, serta perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat.
Asep menegaskan, normalisasi sungai perlu segera dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan, agar kejadian banjir serupa tidak terulang. Ia menjelaskan, banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi dan longsoran material di sekitar aliran sungai yang menyebabkan air meluap hingga merendam sawah serta rumah warga.
“Tentunya kita sangat prihatin, karena kejadian ini tidak boleh terjadi lagi dan sebetulnya bisa dicegah. Kalaupun kita tata di hulu sungai dengan penghijauan dan lahan hutan kembali, kalau sungainya tidak dinormalisasi tentu tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Asep.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dan instansi terkait dalam menjaga kelestarian lingkungan agar tidak rusak.
“Jadi selamatkan dulu sungainya melalui penghijauan, hindari okupasi pemanfaatan ruang lingkungan untuk kepentingan eksploitasi. Karena terbukti, baru hujan sedikit saja kita kena imbasnya,” ungkapnya.
Selain itu, Asep meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meninjau kembali perizinan tambang pasir di wilayah tersebut yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.
“Kalau ada perizinan, seperti apa perizinannya. Supaya memperbaiki tata kelola lingkungannya. Kalau tidak berizin, mohon ketegasannya juga, karena sangat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Asep, alasan dirinya membawa seluruh unsur terkait dalam peninjauan ini agar semua pihak dapat melihat langsung kondisi lapangan dan mendata secara akurat sektor yang terdampak, terutama lahan pertanian.
“Yang pasti semua ingin bencana ini tertangani dengan cepat. Dan kami Pemkab melihat pokok permasalahannya memang di hulu itu ada tambang pasir, dan air limbahnya terlihat berasal dari aktivitas tambang tersebut,” ungkapnya.
Asep berharap langkah-langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah dapat mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.
“Maka kami menyampaikan ke Pak Kadis dan Pak KDM bahwa kami sudah bergerak cepat untuk mencegah kembali banjir supaya tidak terjadi lagi di hulu sungai di Gunung Galunggung yang kita cintai,” tandasnya.
Layanan ini bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengurus perpanjangan SIM tanpa harus datang langsung ke kantor Satpas.
Layanan Samsat Keliling Kota Tasikmalaya kembali hadir pada Kamis, 13 Agustus 2026, untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
Berikut adalah informasi cuaca terkini untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya.