Ikuti Kami :

Disarankan:

Tragis, Buruh Harian Lepas Tewas Terjatuh dari Kanopi Ruko Saat Bersihkan Sampah di Rajapolah

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:36 WIB
Watermark
Tragis, Buruh Harian Lepas Tewas Terjatuh dari Kanopi Ruko Saat Bersihkan Sampah di Rajapolah. Foto: NewsTasikmalaya.com/Asep Juhariyono

Seorang buruh harian lepas bernama Toto (81), warga Indihiang, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari kanopi ruko kosong di Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/8/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Toto (81) ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari atas kanopi sebuah ruko kosong di wilayah Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/8/2026).

Korban yang diketahui merupakan buruh harian lepas warga Kampung Padasuka RT 004 RW 010, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya itu diduga mengalami kecelakaan kerja saat membersihkan sampah dedaunan kering di atas kanopi bangunan.

Petugas dari Polres Tasikmalaya Kota bersama Tim Inafis dan Polsek Rajapolah langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kematian korban.

Pamapta 1 Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Jonih Jonansa, mengatakan bahwa korban kali pertama ditemukan oleh seorang saksi yang sebelumnya melihat korban bekerja di atas kanopi ruko kosong yang berada di dekat pintu perlintasan rel kereta api.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, saksi bernama Dadang (54) melihat korban sekitar pukul 10.00 WIB sedang membersihkan tumpukan dedaunan kering di atas kanopi ruko tersebut. Namun sekitar pukul 12.00 WIB, korban sudah tidak terlihat lagi berada di lokasi.

Awalnya saksi mengira korban telah menyelesaikan pekerjaannya. Namun karena merasa curiga, saksi berinisiatif mencari keberadaan korban di sekitar lokasi.

"Saat dilakukan pencarian, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak telungkup di belakang ruko yang sedang dibersihkannya," ujar Ipda Jonih Jonansa.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada saksi lainnya, Engkos Kosasih (53), sebelum akhirnya diberitahukan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Diduga Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, polisi menduga korban terpeleset saat berada di atas kanopi. Dugaan sementara, rangka baja penyangga kanopi mengalami kerusakan dan patah ketika diinjak korban sehingga menyebabkan korban kehilangan keseimbangan.

Korban kemudian terjatuh dari ketinggian sekitar tujuh meter ke area belakang ruko. Nahas, saat terjatuh, bagian belakang kepala korban terlebih dahulu diduga membentur sebuah batu berukuran sekitar kepalan tangan orang dewasa yang berada tepat di bawah lokasi jatuh.

Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka robek serius di bagian belakang kepala hingga menyebabkan tulang tengkorak retak atau pecah. Korban diduga meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.

"Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka robek di bagian belakang kepala yang mengakibatkan retak atau pecah pada tulang tengkorak," jelas Ipda Jonih Jonansa.

Petugas Inafis yang berada di lokasi langsung melakukan identifikasi dan pemeriksaan guna memastikan kronologi kejadian. Dari hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Tragis, Buruh Harian Lepas Tewas Terjatuh dari Kanopi Ruko Saat Bersihkan Sampah di Rajapolah

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan takdir.

Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dengan alasan ingin segera memakamkan almarhum.

"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi," kata Ipda Jonih Jonansa.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan aspek keselamatan saat bekerja di area dengan risiko jatuh dari ketinggian, terutama pada bangunan yang memiliki struktur penyangga yang sudah tua atau mengalami kerusakan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement