Ikuti Kami :

Disarankan:

Trotoar Rusak di Sekitar Jembatan Viaduct Banjar Dikeluhkan Warga, Dinilai Membahayakan Pejalan Kaki

Senin, 04 Agustus 2025 | 16:30 WIB
Trotoar Rusak di Sekitar Jembatan Viaduct Banjar Dikeluhkan Warga, Dinilai Membahayakan Pejalan Kaki
Trotoar Rusak di Sekitar Jembatan Viaduct Banjar Dikeluhkan Warga, Dinilai Membahayakan Pejalan Kaki. Foto: NewsTasikmalaya.com/Martin.

Kondisi trotoar di sisi kanan jalan menuju kawasan Soponyono, tepatnya di sekitar Jembatan Viaduct, Kota Banjar, mengalami kerusakan parah. Sebagian trotoar tampak ambles dan miring, sehingga tidak lagi layak digunakan oleh pejalan kaki.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Kondisi trotoar di sisi kanan jalan menuju kawasan Soponyono, tepatnya di sekitar Jembatan Viaduct, Kota Banjar, mengalami kerusakan parah. Sebagian trotoar tampak ambles dan miring, sehingga tidak lagi layak digunakan oleh pejalan kaki.

Jembatan Viaduct yang dikenal sebagai salah satu ikon Kota Banjar menjadi perhatian warga, terutama mereka yang setiap hari melintas di kawasan tersebut. Kerusakan trotoar dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan pengguna jalan.

"Sudah rusak banget. Kalau buat pejalan kaki nggak nyaman, bisa membahayakan," ujar salah seorang warga, Yuni Yulianti, saat ditemui pada Senin (4/8/2025).

Meski belum diketahui secara pasti sejak kapan kerusakan itu terjadi, warga menyebut kondisi trotoar semakin hari kian memburuk dan mengganggu aktivitas harian.

Senada dengan Yuni, warga lainnya, Lia, menyoroti aspek estetika dan citra kota. Menurutnya, trotoar di kawasan pusat kota seharusnya mencerminkan penataan kota yang baik dan ramah bagi semua kalangan.

"Harapan kami ya diperbaiki. Ini trotoar di tengah kota, harusnya jadi wajah kota yang tertata dan nyaman," ungkapnya.

Trotoar yang rusak juga memaksa sebagian warga untuk berjalan di badan jalan, yang tentunya meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama saat arus kendaraan sedang padat.

Kondisi ini mencerminkan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur pejalan kaki sebagai bagian dari fasilitas publik. Trotoar bukan hanya sekadar jalur penunjang, tetapi bagian penting dari upaya menciptakan kota yang inklusif dan aman bagi semua warga.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Banjar segera melakukan peninjauan dan perbaikan menyeluruh. Rehabilitasi trotoar tidak hanya akan mengembalikan fungsi pedestrian, tetapi juga memperkuat citra kota yang ramah, tertata, dan berorientasi pada kenyamanan warganya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement