Ikuti Kami :

Disarankan:

Hadiri Rakor di Mabesad, Diky Candra Dorong Solusi Regional Pengelolaan Sampah untuk Tasikmalaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:00 WIB
Hadiri Rakor di Mabesad, Diky Candra Dorong Solusi Regional Pengelolaan Sampah untuk Tasikmalaya
Hadiri Rakor di Mabesad, Diky Candra Dorong Solusi Regional Pengelolaan Sampah untuk Tasikmalaya. Foto: Istimewa

Diky mengatakan Pemerintah Kota Tasikmalaya akan segera melakukan pendataan ulang terhadap daerah-daerah yang rawan terdampak kekeringan, termasuk kebutuhan pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendukung.

JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menghadiri rapat koordinasi (rakor) terkait penanganan persoalan persampahan dan mitigasi dampak musim kemarau panjang atau El Nino Godzilla yang berlangsung di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula A.H. Nasution, Lantai 3 Mabesad tersebut diikuti sejumlah kepala daerah dari Jawa Barat guna membahas langkah strategis menghadapi potensi krisis lingkungan dan kekeringan akibat perubahan cuaca ekstrem.

Dalam kesempatan itu, Diky Candra menyampaikan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meminta seluruh pemerintah daerah melakukan pemetaan dan pendataan menyeluruh terkait kondisi pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

Menurut Diky, persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan solusi terintegrasi yang melibatkan kerja sama antardaerah.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam rakor tersebut adalah pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, yang diharapkan dapat menjadi pusat pengelolaan sampah berskala regional.

"Kota Tasikmalaya bersama Kabupaten Tasikmalaya menginginkan adanya TPST di wilayah Manonjaya yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk penanganan sampah secara regional, termasuk untuk kawasan Priangan Timur," ujar Diky kepada NewsTasikmalaya.com, Jumat (5/6/2026).

Selain membahas persoalan sampah, rakor juga menyoroti langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Pemerintah daerah diminta memperbarui data wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun infrastruktur yang membutuhkan perhatian khusus.

Diky mengatakan Pemerintah Kota Tasikmalaya akan segera melakukan pendataan ulang terhadap daerah-daerah yang rawan terdampak kekeringan, termasuk kebutuhan pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendukung.

Data tersebut nantinya akan diajukan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) sebagai tindak lanjut arahan yang disampaikan dalam rapat koordinasi.

"Kami akan kembali mendata wilayah yang mengalami kekeringan serta kebutuhan infrastruktur lainnya untuk diajukan sesuai arahan Bapak Kasad. Mudah-mudahan seluruh prosesnya berjalan lancar dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap penanganan persoalan sampah dan mitigasi dampak kemarau dapat dilakukan secara lebih efektif melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement