Ikuti Kami :

Disarankan:

Ungkap Misteri Luka Robek di Kepala, Jasad Fiqri yang Ditemukan di Citanduy Akan Diautopsi

Selasa, 19 Mei 2026 | 23:52 WIB
Watermark
Ungkap Misteri Luka Robek di Kepala, Jasad Fiqri yang Ditemukan di Citanduy Akan Diautopsi. Foto: Kristian.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota memastikan akan melakukan tindakan autopsi menyeluruh terhadap jasad Fiqri Legi Ansori (25). Keputusan ini diambil guna mengungkap tabir penyebab pasti kematian korban yang ditemukan tewas dengan luka robek mencurigakan di kepala bagian atas.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota memastikan akan melakukan tindakan autopsi menyeluruh terhadap jasad Fiqri Legi Ansori (25). Keputusan ini diambil guna mengungkap tabir penyebab pasti kematian korban yang ditemukan tewas dengan luka robek mencurigakan di kepala bagian atas.

Kepastian pelaksanaan autopsi ini ditegaskan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, setelah tim gabungan melakukan interogasi maraton selama dua jam bersama istri dan keluarga korban di Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Pantauan di lokasi, AKP Herman yang didampingi Tim Inafis, Unit Resmob, dan jajaran Polsek Cibeureum baru keluar dari ruang administrasi kamar mayat bersama pihak keluarga pada Selasa (19/5/2026) malam sekira pukul 23.00 WIB.

"Ya, tetap autopsi. Kalau untuk waktu dan tempatnya nanti akan kami informasikan kembali," ujar AKP Herman Saputra singkat kepada awak media sebelum meninggalkan rumah sakit, Selasa (19/5/2026) menjelang tengah malam.

Langkah autopsi forensik ini menjadi prosedur mutlak karena polisi menemukan adanya kejanggalan berupa bekas luka robek di bagian atas kepala korban saat proses pemeriksaan luar jenazah.

Sejauh ini, pihak kepolisian menegaskan belum bisa menyimpulkan apakah luka tersebut merupakan akibat dari tindak kekerasan atau murni benturan bebatuan sungai saat korban hanyut terbawa arus Sungai Citanduy di kawasan Purbaratu.

"Ada bekas luka di bagian kepala atas, ini yang menjadi fokus analisa dan penyelidikan kita melalui autopsi nanti, apakah luka tersebut akibat hantaman benda tumpul atau benda tajam yang dilakukan oleh orang lain, atau karena kecelakaan air," jelas AKP Herman.

Sebelum keputusan autopsi diambil, polisi terlebih dahulu mencecar istri korban yang baru tiba dari Bandung sekira pukul 21.00 WIB. Kedatangan sang istri diwarnai isak tangis histeris saat melihat kondisi jasad suaminya yang sudah membengkak dan menghitam.

Di dalam ruang tindakan, sang istri berhasil mengenali dan memastikan bahwa jasad tersebut adalah Fiqri berdasarkan baju terakhir yang dipakai serta cincin yang masih melingkar di jarinya.

Keterangan dari sang istri menjadi pintu masuk awal bagi polisi untuk merunut kronologi kepergian korban. Berdasarkan informasi yang digali selama dua jam interogasi, Fiqri yang sehari-hari bekerja di Bandung sempat pamit menuju Tasikmalaya pada hari Kamis, namun mendadak putus komunikasi (lost contact) total sejak hari Jumat.

Hasil dari proses autopsi forensik ini nantinya akan disinkronkan dengan keterangan saksi-saksi serta temuan bukti di lapangan guna memastikan apakah Fiqri merupakan korban tindak pidana kejahatan atau bukan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement