Ikuti Kami :

Disarankan:

“Urang Keur Ngamuk!”: Diky Candra Meledak, Bongkar Borok Komunikasi Internal Pemkot Tasikmalaya

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:37 WIB
“Urang Keur Ngamuk!”: Diky Candra Meledak, Bongkar Borok Komunikasi Internal Pemkot Tasikmalaya
“Urang Keur Ngamuk!”: Diky Candra Meledak, Bongkar Borok Komunikasi Internal Pemkot Tasikmalaya.

Suasana GOR Mayasari yang semula riuh dengan semangat atlet pencak silat mendadak tegang. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, tak mampu lagi membendung amarahnya di hadapan publik.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Suasana GOR Mayasari yang semula riuh dengan semangat atlet pencak silat mendadak tegang. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, tak mampu lagi membendung amarahnya di hadapan publik. Di balik senyum seremonial pembukaan Tasikmalaya Series Beraksi Championship 2026, Jumat (13/2/2026), tersimpan bara konflik internal yang kini meledak ke permukaan.

Bukan soal medali atau prestasi atlet, Diky justru menyoroti kekacauan sistem komunikasi di internal pemerintahannya sendiri yang dianggap hampir menghancurkan reputasinya di mata masyarakat. Dengan nada bicara yang meninggi, ia mengaku merasa dijebak oleh arus informasi yang simpang siur terkait jadwal kegiatannya.

"Saya tiba-tiba dapat informasi katanya ajudan wali bahwa saya bisa datang hari ini ke acara yang lain. Saya gak mungkinlah, badan saya cuma satu!," tegas Diky dengan napas memburu.

Diky menuding ada pihak yang sengaja atau tidak, telah memberikan harapan palsu (PHP) kepada warga. Ia merasa dicederai oleh sistem yang membuatnya terlihat tidak profesional di mata publik. Kabar kehadirannya di suatu lokasi seringkali diputuskan secara mendadak tanpa koordinasi yang matang.

 * Skandal Informasi: Masyarakat dijanjikan kehadiran Wakil Wali Kota sejak pukul 08.00 WIB, tetapi sang pejabat baru mengetahui agenda tersebut di pagi hari yang sama.

 * Sabotase Reputasi: Diky secara gamblang menyebut pola komunikasi ini telah merugikan nama baiknya.

Puncak kemarahan Diky terlihat saat ia menutup sesi wawancara dengan pernyataan yang menggetarkan. Tanpa basa-basi, ia menyatakan tidak akan membiarkan oknum di balik kekacauan ini lolos begitu saja.

"Saya harus tegur, apa mau gimana terserah. Urang ker ngamuk (Saya lagi marah)!," pungkasnya sembari meninggalkan lokasi dengan langkah cepat.

Sinyal keretakan komunikasi antara ajudan pimpinan dan sistem protokoler ini kini menjadi bola panas. Apakah ini sekadar kesalahan teknis, atau ada sabotase internal yang sengaja ingin memperburuk citra sang Wakil Wali Kota di mata rakyat?

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement