TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Upaya penipuan dengan modus pemberian hadiah sebesar Rp 50 juta mengatasnamakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hampir kembali memakan korban. Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Yati (44), warga Jalan Empang, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, nyaris menjadi target.
Kisah tersebut disampaikan Yati saat ditemui wartawan di sebuah kafe di wilayah Kecamatan Tawang, Rabu (19/11/2025) malam.
Peristiwa bermula ketika Yati melakukan siaran langsung di platform TikTok. Setelah sesi siaran selesai, sebuah akun bernama “Kang Dedi Mulyadi” menghubunginya melalui pesan langsung dan meminta nomor WhatsApp.
“Pas itu saya kasih aja nomor WA, biarinlah saya kasih aja, dan dia juga langsung to the point minta nomor rekening,” kata Yati.
Tak lama kemudian, akun tersebut melakukan panggilan video menggunakan nomor 085294016679 sekira pukul 13.00 WIB. Yati mengaku kaget karena dalam video call tampak sosok yang sangat mirip dengan Dedi Mulyadi, lengkap dengan pakaian adat Sunda berwarna putih dan ikat kepala, seperti yang biasa dikenakannya.
“Dia nelepon pada jam 1 siang, itu VC. Tapi dia bener ngomong, ada Pak Dedi-nya biasa, pakai baju putih gitu. Tapi nggak banyak bicara maupun nanya,” tuturnya.
Pelaku bahkan mengirimkan pesan suara yang terdengar sangat serupa dengan suara asli tokoh publik tersebut.
“Mirip banget suaranya, tapi saya curiga itu AI, karena sekarang itu banyak disalahgunakan,” ucap Yati.
Dalam panggilan tersebut, pelaku menawarkan hadiah Rp 50 juta dengan syarat Yati harus mentransfer uang sebesar Rp 500 ribu terlebih dahulu. Untuk meyakinkan, pelaku kemudian mengirimkan video yang memperlihatkan dirinya seolah-olah sedang berada di sebuah bank.
“Tapi di situ ngirimin nomor rekening segala macam, mau ngasih uang Rp 50 juta tapi harus transfer dulu Rp 500 ribu ke sana. Tapi saya nggak mau, boro-boro punya uang Rp 500 ribu, dan kalau punya juga mending dipakai. Itu dia video juga di bank, uang udah disiapin uangnya gitu,” ungkapnya.
Yati, yang sehari-hari berjualan bensin bersama suaminya, Taufik Febrian (34), langsung merasa curiga ketika diminta mengirim uang.
“Tapi aku mah nggak tertarik, sudah banyak penipuan. Tapi yang herannya VC, kalau VC kan betul ya. Langsung saya nelepon Pak Dewan Bang Kepler, takut ada apa-apa,” jelasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI-Perjuangan, Kepler Sianturi, mengingatkan Yati dan keluarganya agar lebih berhati-hati.
“Karena memang itu banyak yang begitu. Kecanggihan AI juga malah dipakai untuk menipu. Tapi untungnya Ibu Yati nggak sempat mentransfer,” pungkas Kepler.