Ikuti Kami :

Disarankan:

VIDEO: Imlek 2577 Kongzili di Ciamis Digelar Khidmat, Umat Konghucu Panjatkan Doa dan Harapan

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:03 WIB

Konghucu di Kabupaten Ciamis merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan penuh khidmat, Senin (16/2/2026) malam. Ibadah digelar di Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis dan dilanjutkan ke lintang sebagai wujud syukur sekaligus doa menyambut tahun baru.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Umat Konghucu di Kabupaten Ciamis merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan penuh khidmat, Senin (16/2/2026) malam. Ibadah digelar di Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis dan dilanjutkan ke lintang sebagai wujud syukur sekaligus doa menyambut tahun baru.

Rohaniawan Konghucu Priangan Timur, Widi Priatno, menjelaskan bahwa ibadah Imlek tidak hanya dilakukan di kelenteng, tetapi juga di lintang dan tempat ibadah lainnya dalam ajaran Konghucu.

“Ibadah di kelenteng dan lintang itu sama saja, karena keduanya merupakan tempat ibadah agama Konghucu. Selain itu ada juga Kong Miao, Makin (majelis), dan Wen Miao,” ujar Widi.

Ia menuturkan, umat terlebih dahulu sembahyang kepada Tuhan di depan kelenteng, kemudian berdoa di dalam kepada para Shenming, serta kepada Nabi Konghucu di lintang.

“Kami bersyukur atas berkat Tuhan selama tahun 2576 Kongzili hingga bisa memasuki tahun baru 2577 Kongzili,” katanya.

Harapan dan Rangkaian Ibadah Lanjutan

Menurut Widi, harapan di setiap pergantian tahun pada dasarnya sama, yakni memohon keberkahan, kesehatan, dan tercapainya cita-cita.

“Yang belum tercapai tetap kita perjuangkan dengan semangat di tahun yang baru,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan rangkaian ibadah lanjutan, termasuk sembahyang Tian Gong yang dilaksanakan pada tanggal 8 menuju 9 Imlek, pukul 23.00 hingga 01.00.

Sementara itu, perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret mendatang rencananya akan dimeriahkan pertunjukan barongsai pada pukul 15.00–17.00 WIB.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan. Kebetulan bertepatan dengan Ramadan, jadi sekaligus menghibur masyarakat yang ngabuburit dan mendoakan saudara-saudara kita agar kuat menjalani ibadah puasanya,” ujarnya.

Sarat Filosofi dan Nilai Kerukunan

Perayaan Imlek juga sarat makna filosofis. Widi menjelaskan, jeruk melambangkan keberkahan, apel simbol iman yang teguh, dan pisang menggambarkan kerukunan.

Selain itu, kue mangkok melambangkan keberkahan dan ajakan berbagi, kue ku menjadi simbol panjang umur dan kesehatan, sedangkan kue wajit melambangkan persatuan yang manis dan rukun tanpa membeda-bedakan.

Ia menambahkan, kawasan Kampung Lebak di Ciamis dikenal sebagai kampung kerukunan karena berdirinya berbagai tempat ibadah yang saling berdampingan, mulai dari kelenteng, gereja, hingga masjid.

Widi pun bersyukur wilayah tersebut kembali meraih Harmoni Award berkat soliditas Kesbangpol, Kementerian Agama, dan FKUB dalam menjaga toleransi.

Melalui perayaan Imlek 2577 Kongzili, umat Konghucu di Ciamis tidak hanya merayakan pergantian tahun, tetapi juga meneguhkan komitmen merawat harmoni dan keberagaman di tengah masyarakat.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement