TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Jagat media sosial, khususnya grup Facebook komunitas driver online di Tasikmalaya, mendadak geger. Pasalnya, seorang driver ojek online (ojol) membagikan pengalaman kurang menyenangkan sekaligus bikin geleng-geleng kepala saat menerima orderan dari seorang pelanggan pria. Bukannya diantar ke tempat tujuan, sang driver malah diajak melakukan hubungan sesama jenis dengan iming-iming rumah sedang sepi.
Kisah nyeleneh ini mendadak viral setelah akun Facebook bernama Oga Nugraha mengunggah keluh kesahnya di grup Facebook "grab gojek tasikmalaya". Dalam unggahan tersebut, ia meluapkan kekesalannya terhadap kelakuan salah satu pelanggan yang dianggap sangat mengganggu ketertiban para driver yang sedang mencari nafkah halal.
"Rudet ieu cs tiap order hayoh wae neangan mangsa. cik lamun aya anu menang order jelema ieu jemputnya di pesantren al mubarok cikalapa tanjung jaya tujuan ngacak pang nakol ken ku helm sekali ngaganggu wae ieu si tangkurak," tulis akun Oga Nugraha dalam bahasa Sunda, mengekspresikan kekesalannya karena pelanggan tersebut terus-menerus mencari korban.
Berdasarkan tangkapan layar aplikasi ojek online yang turut diunggah, terlihat rute pemesanan GoRide Hemat tersebut bermula dari kawasan Kp. Cikalapa, Tanjungjaya menuju Jl. Raya Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya.
Namun, isi percakapan di dalam chat aplikasi justru melenceng jauh dari urusan antar-jemput. Pelanggan pria yang menggunakan nama akun Devin Firmansyah itu tanpa ragu mengirimkan pesan-pesan menggoda bernada ajakan seksual kepada sang driver:
* "A mau main sama aku di rumaj tidak mumpung malam ini tidak ada siapa - siapa"
* "Aanya suka main lagi sama cowok tidak"
* "Iya maksud aku aa dari polres ke al-mubarok nanti kalau sudah sampai mau tidak main sama aku tapi di privasiin"
* "Aku masih umur 20 kalau aa"
Mendapat pesan bernada pelecehan tersebut, sang driver ojol tidak tinggal diam. Ia langsung memberikan jawaban menohok dan tegas agar pelanggan tersebut tidak mengganggu konsentrasinya dalam bekerja.
Dalam tangkapan layar chat, driver ojol tersebut membalas dengan menggunakan bahasa Sunda yang cukup menohok:
"Sing waras jadi jelema teh ulah nganggu anu keur usaha (Yang waras jadi orang tuh, jangan ganggu yang lagi usaha)," semprot sang driver.
Tak hanya itu, sang driver juga memberikan gertakan keras bahwa tindakan pelanggan tersebut bisa berbuntut panjang hukum. "Kamari polisi geus apalen (Kemarin polisi sudah tahu)," tambah sang driver, diikuti dengan pesan, "Bisa diperkaraken (Bisa diperkarakan)".
Meskipun sudah diancam akan dilaporkan ke pihak berwajib, pelanggan tersebut tampaknya tetap bebal dan terus melancarkan rayuannya.
Unggahan ini pun langsung memicu reaksi keras sekaligus gelak tawa dari netizen dan sesama rekan profesi di Tasikmalaya. Banyak dari mereka yang mengimbau agar para driver ojol di sekitar Tanjungjaya dan Mangunreja lebih waspada terhadap akun tersebut agar tidak menjadi korban modus serupa.