Ikuti Kami :

Disarankan:

Warga Cibitung Girang Ciamis Geger, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Kontrakan

Minggu, 28 September 2025 | 20:34 WIB
Warga Cibitung Girang Ciamis Geger, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Kontrakan
Warga Cibitung Girang Ciamis Geger, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Kontrakan. Foto: Istimewa

Warga Lingkungan Cibitung Girang, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, digegerkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar kontrakan, Minggu (28/9/2025). Korban diketahui berinisial IK (57), yang sudah lama menghuni kontrakan tersebut.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Warga Lingkungan Cibitung Girang, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, digegerkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar kontrakan, Minggu (28/9/2025). Korban diketahui berinisial IK (57), yang sudah lama menghuni kontrakan tersebut.

Lurah Kertasari, Reza, membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan, jasad IK ditemukan setelah warga curiga karena tidak melihat korban keluar kamar sejak sehari sebelumnya.
“Iya benar, saya mendapat laporan dari warga ada temuan jasad laki-laki di dalam kontrakan. Korban memang penghuni kamar kontrakan tersebut,” kata Reza.

Ketika pintu kamar dibuka secara paksa oleh warga, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Tubuhnya menghitam dan menimbulkan bau menyengat.
“Korban tidak terlihat keluar kamar sekitar satu hari. Setelah pintu dibuka, ternyata sudah meninggal dunia,” tambahnya.

Setelah mendapat laporan, pihak kelurahan berkoordinasi dengan kepolisian. Tim Inafis Polres Ciamis bersama PMI segera mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Ciamis menggunakan ambulans.
“Saat ini jasad sudah dievakuasi, dan tim Inafis juga melakukan identifikasi di lokasi,” jelas Reza.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.
“Biasanya korban membuka pintu kamar setiap pagi, tapi sejak kemarin tidak terlihat keluar. Setelah dicek, korban sudah dalam keadaan meninggal,” ungkap Carsono.

Berdasarkan keterangan keluarga, IK diketahui memiliki riwayat sakit kepala dan nyeri dada.
“Korban sering mengeluh sakit kepala dan meminta obat seperti paracetamol, juga sering merasakan nyeri dada,” jelas Carsono.

Pihak kepolisian menegaskan belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun, keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Untuk dugaan penyebab kematian belum bisa dipastikan. Karena pihak keluarga menolak autopsi, kasus ini ditutup sebagai musibah,” pungkas Carsono.

 

 

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement