CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis berhasil mengevakuasi seekor kukang yang tersangkut di untaian kabel Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) di Dusun Batu Kurung, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Rabu (21/10/2026) pagi.
Aksi evakuasi cepat tersebut dilaksanakan setelah petugas menerima laporan dari warga setempat yang khawatir keberadaan satwa liar dilindungi itu tersengat arus listrik atau memicu gangguan jaringan PLN. Petugas Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, menyampaikan bahwa kepedulian warga melaporkan keberadaan satwa tersebut sangat membantu proses evakuasi tepat waktu.
“Petugas segera merespons laporan warga dan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Penanganan ini dilakukan agar kukang dapat dipindahkan dari kabel listrik dengan aman,” ujar Budi, Rabu (21/10/2026).
Kronologi Penemuan dan Penyelamatan Satwa Dilindungi
Berdasarkan catatan laporan petugas Damkar di lapangan, keberadaan kukang tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat bernama Jajang Rusdiana (64). Saat hendak keluar dari rumah sekitar pukul 07.40 WIB, Jajang melihat seekor kukang merayap di kawat kabel listrik SUTR.
Sadar bahwa primates tersebut merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang, Jajang langsung mengontak pos WMK Banjarsari untuk meminta bantuan evakuasi.
Menindaklanjuti laporan darurat itu, dua personel Damkar, yakni Dikri dan Nana, langsung menuju ke lokasi penemuan dengan mengendarai satu unit kendaraan pancar berplat nomor Z 8159 T.
Dengan menggunakan perlengkapan keselamatan khusus, proses evakuasi satwa berjalan lancar dan selesai dalam kurun waktu sekitar 20 menit pada pukul 08.00 WIB.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, dan kondisi kukang berhasil diselamatkan tanpa cedera. Usai merampungkan aksi penyelamatan, para petugas Damkar kembali ke pos markas untuk melanjutkan tugas kesiapsiagaan operasional.