Ikuti Kami :

Disarankan:

Waspada! Kasus Infeksi Virus di Tasikmalaya Melonjak 3 Kali Lipat, Kamar Rawat RSUD dr Soekardjo Hampir Penuh

Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:33 WIB
Waspada! Kasus Infeksi Virus di Tasikmalaya Melonjak 3 Kali Lipat, Kamar Rawat RSUD dr Soekardjo Hampir Penuh
Waspada! Kasus Infeksi Virus di Tasikmalaya Melonjak 3 Kali Lipat, Kamar Rawat RSUD dr Soekardjo Hampir Penuh.

Kunjungan pasien infeksi virus di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya melonjak hingga 3 kali lipat sepanjang September 2026. Kapasitas kamar rawat inap menipis dan belasan pasien mengantre di IGD.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Warga Kota Tasikmalaya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran infeksi virus yang memicu gejala flu berat, demam tinggi, hingga nyeri badan mendadak. Pasalnya, sejumlah warga dilaporkan harus mendapat perawatan medis akibat penyakit tersebut.

Rendi Kurniawan (33), warga Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, menceritakan pengalamannya saat terinfeksi. Ia mengaku sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya karena kondisi fisiknya menurun drastis.

"Saya baru saja terkena, rasanya badan panas menggigil, kepala pusing berat, sakit dada, flu, dan badan pegal-pegal linu. Sepertinya tertular dari teman. Karena panas tinggi dan tidak kuat, akhirnya dievakuasi ke IGD RSUD dr. Soekardjo. Mending mencegah sebelum terinfeksi, jaga makanan, pakai masker, dan rutin cuci tangan," kata Rendi, Selasa (6/10/2026).

Hal senada disampaikan Asep Rizki, warga Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang. Ia menuturkan proses penularan virus berlangsung sangat cepat.

"Rasanya pusing, flu, panas, dan badan linu. Terinfeksinya cepat sekali, beberapa menit sebelum terasa sakit saya merasa sehat-sehat saja. Alhamdulillah sekarang agak mendingan setelah konsisten minum obat," ujar Asep.

Maraknya keluhan warga tersebut selaras dengan terjadinya lonjakan kasus infeksi virus di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya sepanjang Agustus hingga September 2026. Kenaikan jumlah pasien hingga dua sampai tiga kali lipat membuat kapasitas ruang perawatan di rumah sakit plat merah tersebut semakin terbatas.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Titie Purwaningsari, mengungkapkan bahwa tercatat ada sekitar 182 kasus infeksi virus selama periode September 2026. Kendati demikian, pihak rumah sakit belum dapat mengonfirmasi secara pasti apakah lonjakan tersebut merupakan varian Influenza A, mengingat keterbatasan alat swab PCR khusus virus tersebut.

“Di kami ada peningkatan kasus infeksi virus sekitar 182 kasus di bulan September, sehingga ketersediaan bed (tempat tidur) kami cepat sekali penuh,” jelas Titie.

Titie memaparkan, dari total 249 tempat tidur di ruang perawatan dewasa, saat ini hanya tersisa sekitar 10 unit yang kosong. Sementara di area IGD, antrean pasien rawat inap terus menumpuk.

"Pasien di rawat inap tersisa 10 bed yang kosong, tapi di IGD sudah ada daftar tunggu sekitar 11 pasien," terangnya.

Guna mengatasi keterbatasan ruang, pihak manajemen rumah sakit menerapkan skema penyesuaian tempat tidur secara dinamis setiap harinya.

Ia menjelaskan, pada tiga minggu pertama September, pasien anak-anak mendominasi ruang perawatan. Namun memasuki akhir September hingga awal Oktober 2026, tren bergeser dengan didominasi oleh pasien dewasa.

Menurut Titie, virus ini memiliki daya tular yang sangat cepat melalui percikan (droplet) saat bersin, batuk, maupun kontak fisik. Meski risikonya tergolong ringan hingga sedang, gejala seperti mual, muntah, dan diare dapat memicu dehidrasi berat jika pasien tidak bisa makan.

Risiko lebih tinggi mengintai pasien komorbid atau penderita penyakit bawaan seperti diabetes, asma, hingga osteoporosis pada lansia.

"Penyakit utamanya justru yang sudah diderita, dan ketambahan infeksi virus ini jadi bertambah berat. Misalnya lansia wanita punya penyakit osteoporosis, ketambah virus ini, jadi double combo rasa pegal dan nyerinya,” papar Titie.

Mengenai dugaan keterkaitan lonjakan kasus dengan fenomena musim pancaroba, pihak rumah sakit belum dapat memastikannya secara ilmiah karena membutuhkan data pembanding dari tahun-tahun sebelumnya.

Memasuki Oktober 2026, RSUD dr. Soekardjo terus bersiap mengantisipasi gelombang pasien dewasa dengan memaksimalkan tata kelola ruang rawat inap. Warga pun diimbau untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan dasar guna menekan rantai penularan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement