Ikuti Kami :

Disarankan:

100 Hari Viman-Diky, Mahasiswa Gelar Aksi Protes di Depan Bale Kota Tasikmalaya

Senin, 02 Juni 2025 | 19:07 WIB
Watermark
100 Hari Viman-Diky, Mahasiswa Gelar Aksi Protes di Depan Bale Kota Tasikmalaya. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balekota Tasikmalaya, Senin (2/6/2025), sebagai bentuk evaluasi terhadap 100 hari kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan dan Diky Chandra.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balekota Tasikmalaya, Senin (2/6/2025), sebagai bentuk evaluasi terhadap 100 hari kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan dan Diky Chandra.

Aksi dipimpin langsung oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Siliwangi (Unsil), Muhammad Risaldi, serta diikuti oleh aliansi mahasiswa lintas kampus. Massa aksi tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung menggelar orasi secara bergantian menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan di Kota Tasikmalaya.

Mahasiswa juga membawa berbagai spanduk dan poster bernada kritis, di antaranya bertuliskan "Kota Tasik Butuh Aksi Bukan Seremoni", "Kota Tasik Menolak Dibohongi", serta "Masyarakat Butuh Solusi Bukan -V- Lari!". Sejumlah poster bahkan ditempel di gerbang Kantor Balekota.

Situasi sempat memanas ketika massa aksi mencoba memasuki area dalam kantor, hingga terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian dan Satpol PP. Massa akhirnya membakar ban mobil sebagai simbol kekecewaan.

Dalam orasinya, Muhammad Risaldi menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai belum terselesaikan selama 100 hari kerja pemerintahan Viman-Diky. Di antaranya persoalan pengelolaan sampah dan limbah plastik, pembangunan liar di bantaran sungai, lemahnya optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), hingga persoalan tata ruang kota.

“Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret dan sistematis untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut,” ujar Risaldi.

Ia juga menyoroti lambatnya pengangkatan pejabat definitif di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Saat ini, tercatat masih ada delapan kepala dinas, 35 kepala sekolah dasar (SD), dan dua kepala sekolah menengah pertama (SMP) yang masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

“Kami menuntut percepatan pengangkatan pejabat definitif agar roda pemerintahan berjalan maksimal,” tegasnya.

Kekecewaan juga disampaikan Risaldi karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota tidak hadir untuk menemui massa aksi.

“Ketidakhadiran mereka menunjukkan ketidakseriusan dalam mendengar aspirasi rakyat. Padahal kami datang dengan itikad baik untuk berdialog secara terbuka,” katanya.

Risaldi menegaskan, aksi hari ini bukanlah akhir dari perjuangan mahasiswa. Ia menyatakan, pihaknya tengah menyiapkan aksi lanjutan dengan skala lebih besar jika tuntutan yang disampaikan tidak segera direspons.

“Kami akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar dalam waktu satu bulan jika tuntutan kami tidak ditanggapi,” tandasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement