Ikuti Kami :

Disarankan:

90 Mahasiswa Unpas Selesaikan Riset dan Praktik di 18 OPD Pemkab Ciamis, Sekda Tekankan Pentingnya Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:57 WIB
90 Mahasiswa Unpas Selesaikan Riset dan Praktik di 18 OPD Pemkab Ciamis, Sekda Tekankan Pentingnya Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah
90 Mahasiswa Unpas Selesaikan Riset dan Praktik di 18 OPD Pemkab Ciamis, Sekda Tekankan Pentingnya Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah. Foto: Istimewa

Sebanyak 90 mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) menyelesaikan program riset dan praktik selama 30 hari di 18 OPD Pemerintah Kabupaten Ciamis.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Sebanyak 90 mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) resmi mengakhiri program riset dan praktik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis setelah menjalani kegiatan selama 30 hari.

Program yang berlangsung sejak 12 Juli hingga 12 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan dalam mendukung pembangunan daerah.

Penutupan kegiatan dilaksanakan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Rabu (12/8/2026), dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi. 

Selama mengikuti program tersebut, para mahasiswa ditempatkan di 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Ciamis. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas pemerintahan, penelitian, serta pengumpulan data yang berkaitan dengan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Sekda Ciamis Andang Firman Triyadi menyampaikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa yang telah berpartisipasi aktif selama menjalankan riset dan praktik di berbagai OPD.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman lapangan bagi peserta program, tetapi juga membawa perspektif baru yang dapat memperkaya sistem kerja pemerintahan.

“Selama menjalankan riset dan praktik di berbagai OPD, mahasiswa telah memberikan energi positif dan gagasan-gagasan baru yang dapat menjadi masukan dalam sistem kinerja pemerintahan,” ujar Andang.

Ia menambahkan, interaksi antara mahasiswa dan aparatur pemerintah menjadi ruang yang sangat penting untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta ide-ide inovatif yang dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Andang menilai pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di Kabupaten Ciamis menjadi bekal berharga dalam mengembangkan wawasan akademik dan kemampuan praktis di lapangan.

Menurutnya, berbagai dinamika sosial, ekonomi, dan pemerintahan yang ada di Kabupaten Ciamis dapat menjadi sarana pembelajaran nyata yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah.

“Insyaallah mahasiswa telah mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Pengalaman selama berada di Ciamis merupakan laboratorium hidup yang sangat berharga untuk memperluas wawasan dan kemampuan mereka,” katanya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.

Sekda Ciamis juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pasundan yang telah mempercayakan Kabupaten Ciamis sebagai lokasi pelaksanaan program riset dan praktik mahasiswa.

Menurutnya, Pemkab Ciamis sangat terbuka untuk menerima kembali mahasiswa Unpas maupun perguruan tinggi lainnya dalam kegiatan akademik serupa di masa mendatang.

“Kami berharap mahasiswa Unpas dapat kembali datang ke Ciamis untuk melaksanakan kegiatan serupa. Pemerintah Kabupaten Ciamis sangat terbuka dan siap menjadi laboratorium hidup dengan berbagai dinamika yang ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andang menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Menurutnya, pemerintah memerlukan dukungan akademisi, dosen, dan mahasiswa untuk menghadirkan perspektif baru dalam merumuskan kebijakan serta menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Mari kita wujudkan kolaborasi yang lebih kuat. Pemerintah daerah membutuhkan pengetahuan dan inovasi dari kalangan akademisi, begitu pula dunia akademik membutuhkan ruang praktik di lapangan. Kolaborasi adalah jawaban penting di era saat ini,” tegas Andang.

Ia menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi dapat membantu pemerintah menghadirkan solusi yang lebih inovatif, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penutupan program riset dan praktik ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara Pemkab Ciamis dan Universitas Pasundan, baik dalam bidang penelitian, pengembangan kebijakan publik, inovasi pelayanan masyarakat, maupun program pembangunan daerah lainnya.

Melalui sinergi tersebut, pertukaran pengetahuan antara dunia akademik dan pemerintahan diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan konstruktif yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Kabupaten Ciamis.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement