Ikuti Kami :

Disarankan:

Album Harmoni Tanpa Batas Warga Binaan Lapas Kelas IIB Ciamis, Kalapas: Kreativitas Tak Terpenjara

Senin, 18 Mei 2026 | 15:56 WIB
Album Harmoni Tanpa Batas Warga Binaan Lapas Kelas IIB Ciamis, Kalapas: Kreativitas Tak Terpenjara
Album Harmoni Tanpa Batas Warga Binaan Lapas Kelas IIB Ciamis, Kalapas: Kreativitas Tak Terpenjara. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis menggelar pra launching album karya warga binaan bertajuk Harmoni Tanpa Batas, Suara Tak Terpenjara di Lapangan Upacara Lapas Ciamis, Senin (18/5/2026).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis menggelar pra launching album karya warga binaan bertajuk Harmoni Tanpa Batas, Suara Tak Terpenjara di Lapangan Upacara Lapas Ciamis, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah ekspresi sekaligus ajang menampilkan kreativitas warga binaan melalui karya musik yang lahir dari proses pembinaan di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto mengatakan, peluncuran album tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang mendukung pengembangan bakat dan kreativitas warga binaan.

“Hari ini kami berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melaunching karya narapidana bertajuk *Harmoni Tanpa Batas, Suara Tak Terpenjara*. Alhamdulillah dukungan dari semua pihak berjalan baik sehingga acara ini dapat terlaksana,” ujar Supriyanto usai kegiatan.

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pengembangan kreativitas serta keterampilan warga binaan.

Ia mengungkapkan, dalam waktu singkat para warga binaan berhasil menciptakan 10 lagu baru. Capaian itu dinilai luar biasa karena proses produksi lagu pada umumnya memerlukan waktu cukup lama.

“Biasanya satu lagu selesai dalam satu hingga dua bulan. Namun kali ini, dalam waktu dua minggu sudah berhasil diselesaikan 10 lagu,” katanya.

Salah satu lagu yang mendapat perhatian berjudul *Indonesia*. Lagu tersebut menggambarkan proses pembinaan di dalam lapas sekaligus menyampaikan pesan bahwa kreativitas tidak dapat dipenjara oleh keadaan.

“Itu bercerita tentang pembinaan di lapas, bahwa kreativitas tidak dikebiri atau dipenjara. Ternyata warga binaan masih bisa berkarya dan suara mereka dapat didengar. Kreativitas itu tidak ada batasnya,” ungkapnya.

Supriyanto juga mengaku bangga karena karya warga binaan mulai mendapat apresiasi luas dan bahkan dibawakan oleh sejumlah penyanyi, salah satunya Ade Astrid.

“Saya merasa senang dan bangga karena karya narapidana bisa dinyanyikan oleh artis-artis papan atas. Ini membuktikan bahwa mereka memiliki talenta yang harus dihargai,” ucapnya.

Selain pra launching album, Lapas Ciamis turut menggelar pameran hasil karya warga binaan. Berbagai produk ditampilkan, mulai dari alat pancing beserta perlengkapannya hingga produk roti hasil program pembinaan kemandirian.

Pihak lapas pun terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak agar warga binaan memiliki keterampilan dan bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

“Kami sebagai petugas pembina memberikan sarana dan prasarana, sekaligus mengarahkan warga binaan untuk terus berkreasi dan berkolaborasi. Tujuannya agar setelah bebas nanti mereka tetap bisa berkarya,” katanya.

Ia berharap masyarakat dapat mengubah pandangan terhadap lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan dan pengembangan diri.

“Mari sama-sama membumikan bahwa penjara bukan tempat penyiksaan, melainkan tempat pembinaan, kemandirian, dan kreativitas. Penjara jangan dijadikan momok, tetapi pembelajaran bagi kita semua,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement