Ikuti Kami :

Disarankan:

Antisipasi Musim Kemarau, BPBD Kota Tasikmalaya Gencar Sosialisasi Cegah Kebakaran Lahan

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:02 WIB
Antisipasi Musim Kemarau, BPBD Kota Tasikmalaya Gencar Sosialisasi Cegah Kebakaran Lahan
Antisipasi Musim Kemarau, BPBD Kota Tasikmalaya Gencar Sosialisasi Cegah Kebakaran Lahan. Foto: Kristian.

Menindaklanjuti status Siaga Darurat Karhutla dari Pemprov Jabar, BPBD Kota Tasikmalaya gencar melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan di tengah musim kemarau, Kamis (2/7/2026). Plt. Kalak BPBD Kota Tasikmalaya Komarudin mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah secara terbuka dan membuang puntung rokok sembarangan ke semak kering.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) telah resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Menindaklanjuti keputusan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya langsung meningkatkan kewaspadaan, meskipun wilayahnya didominasi oleh lahan terbuka ketimbang kawasan hutan.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Komarudin, menyebutkan bahwa ancaman kebakaran lahan di wilayahnya tetap tergolong tinggi akibat faktor kelalaian manusia. Guna meminimalkan risiko tersebut, pihaknya kini gencar menggenjot sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

"Di mana materinya kami selipkan di setiap kegiatan kebencanaan, baik inisiatif BPBD maupun atas permintaan warga, perusahaan, hingga lembaga lain," kata Komarudin di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).

Menurut Komarudin, luasan hutan di wilayah Kota Tasikmalaya terbilang sangat terbatas. Titik hutan hanya berada di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya, seperti di area hulu dan sekitar Kecamatan Tamansari. "Justru yang jadi perhatian utama kami adalah kebakaran lahan, bukan hutan," jelasnya.

Ia menyoroti dua kebiasaan buruk masyarakat yang paling rawan memicu kobaran api di tengah kondisi cuaca kering saat musim kemarau. Pertama adalah aktivitas pembakaran sampah rumah tangga secara terbuka, dan kedua adalah tindakan membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan ke area semak kering.

"Pembakaran sampah masih sering terjadi. Api kecil yang tidak dijaga bisa merembet ke lahan kering dan membesar. Begitu juga puntung rokok, jangan dianggap sepele karena bisa jadi sumber kebakaran," ucap Komarudin memperingatkan.

Sebagai langkah konkret menekan angka peristiwa kebakaran, BPBD Kota Tasikmalaya berencana menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH), instansi terkait, hingga jajaran kecamatan dan kelurahan. Sasaran edukasi juga akan diperluas ke sektor pertanian, khususnya menyasar warga yang masih sering membuka lahan dengan metode tebang dan bakar (slash and burn).

"Kebiasaan lama yang dianggap biasa jangan sampai memicu bencana. Jangan lengah, api kecil bisa jadi bencana besar. Kunci pencegahan ada pada edukasi dan kesadaran warga," tandasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement