Ikuti Kami :

Disarankan:

Arung Jeram di Sungai Citanduy, Cara Unik Munggah Warga Banjar Sambut Ramadan

Senin, 16 Februari 2026 | 09:45 WIB
Arung Jeram di Sungai Citanduy, Cara Unik Munggah Warga Banjar Sambut Ramadan
Arung Jeram di Sungai Citanduy, Cara Unik Munggah Warga Banjar Sambut Ramadan. Foto: Istimewa

Tradisi munggahan biasanya diisi dengan makan bersama atau berkumpul bersama keluarga. Namun, sejumlah warga Kota Banjar memilih cara berbeda untuk menyambut datangnya Ramadan 1447 H, yakni dengan menggelar arung jeram di Sungai Citanduy, Senin (16/2/2026).

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Tradisi munggahan biasanya diisi dengan makan bersama atau berkumpul bersama keluarga. Namun, sejumlah warga Kota Banjar memilih cara berbeda untuk menyambut datangnya Ramadan 1447 H, yakni dengan menggelar arung jeram di Sungai Citanduy, Senin (16/2/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh petugas BPBD Kota Banjar, Yudi Andiana, bersama rombongan menggunakan dua perahu karet. Mereka menyusuri aliran sungai dari bawah Bendungan Leuwikeris, Ciamis, hingga finis di Jembatan Jajawar Kulon.

Rute arung jeram ditempuh selama kurang lebih 3,5 jam. Rombongan sempat beristirahat di kawasan Jembatan Bojongsalawe sebelum melanjutkan perjalanan hingga titik akhir.

Menurut Yudi, meski cukup menguras tenaga, rasa lelah terbayar dengan panorama alam sepanjang aliran sungai yang asri serta jeram yang cukup menantang.

“Capeknya tidak terasa karena pemandangannya indah dan jeramnya juga seru, tapi tetap aman,” ujarnya.

Seluruh peserta dilengkapi dengan pelampung dan perlengkapan keselamatan. Debit air Sungai Citanduy saat itu dinilai cukup ideal untuk aktivitas arung jeram. Cuaca yang tidak terlalu panas juga mendukung kelancaran kegiatan.

Yudi menambahkan, selain sebagai ajang kebersamaan menjelang Ramadan, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata lokal. Sungai Citanduy yang membentang di wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah dinilai memiliki daya tarik tersendiri untuk wisata arung jeram.

“Kalau dikelola secara serius, ini bisa menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman berbeda,” katanya.

Kegiatan ini membuktikan bahwa munggahan tak selalu identik dengan santap bersama. Warga Banjar menunjukkan bahwa tradisi menyambut Ramadan juga bisa dilakukan dengan aktivitas petualangan yang menantang sekaligus mempererat kebersamaan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement