Ikuti Kami :

Disarankan:

BI Tasikmalaya dan Pemkot Luncurkan Layanan Digital Berbasis QRIS, Perkuat Program Tasik Melayani

Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:56 WIB
BI Tasikmalaya dan Pemkot Luncurkan Layanan Digital Berbasis QRIS, Perkuat Program Tasik Melayani
BI Tasikmalaya dan Pemkot Luncurkan Layanan Digital Berbasis QRIS, Perkuat Program Tasik Melayani. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Bank Indonesia Tasikmalaya bersama Pemkot Tasikmalaya meluncurkan sejumlah layanan digital berbasis QRIS dalam Festival Riung QRIS 2026 di Plaza Asia.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor pelayanan publik dan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peluncuran sejumlah layanan digital berbasis QRIS dalam ajang Festival Riung QRIS yang digelar di Plaza Asia Tasikmalaya, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Pekan QRIS Nasional 2026 sekaligus menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menghadirkan berbagai inovasi pembayaran digital untuk mendukung program unggulan Tasik Melayani.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida Ekas Sari P., mengatakan perkembangan penggunaan QRIS di wilayah Priangan Timur terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, Kota Tasikmalaya tercatat memiliki sekitar 362 ribu merchant QRIS, sementara cakupan di wilayah Priangan Timur telah mencapai 1,39 juta merchant.

Menurut Laura, Kota Tasikmalaya kini menjadi salah satu pusat pengembangan ekosistem QRIS di Jawa Barat. Namun, tantangan ke depan tidak hanya memperluas jumlah pengguna, melainkan juga meningkatkan kualitas transaksi agar semakin aman, nyaman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kota Tasikmalaya menjadi salah satu pusat pengembangan ekosistem QRIS. Tantangan ke depan bukan hanya memperluas penggunaan, tetapi juga memastikan transaksi yang dilakukan berkualitas, aman, nyaman, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Laura.

Dalam kesempatan tersebut, BI Tasikmalaya dan Pemkot Tasikmalaya secara simbolis meluncurkan sejumlah layanan digital berbasis QRIS yang terintegrasi dengan pelayanan publik daerah.

Beberapa layanan yang diperkenalkan antara lain:

* Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui sistem IPBB

* Pembayaran retribusi pasar melalui aplikasi SIMARET

* Layanan parkir digital melalui sistem SINATRIA

Selain itu, Plaza Asia Tasikmalaya juga menyatakan kesiapan untuk menerapkan QRIS Tap, sebuah teknologi pembayaran digital yang memungkinkan transaksi dilakukan lebih cepat dan praktis.

Tak hanya menyasar sektor pemerintahan dan perdagangan, digitalisasi juga mulai diperluas ke lingkungan pendidikan dan keagamaan melalui program QRIS Ummat.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dengan sejumlah pondok pesantren di Tasikmalaya, yakni Ponpes Al Kausar, Ponpes Raudlatul Irfan, dan Ponpes Al Idrissiyah.

Melalui QRIS Ummat, sistem pembayaran digital akan diterapkan untuk berbagai kebutuhan pesantren, mulai dari pembayaran zakat, infak, sedekah (ZIS), transaksi unit usaha pesantren, hingga pembayaran biaya pendidikan atau SPP.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, menegaskan bahwa QRIS merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran digital karya anak bangsa tersebut sejalan dengan semangat HUT ke-81 RI yang mengusung nilai Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“QRIS merupakan salah satu kekuatan ekonomi Indonesia dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Kedaulatan ekonomi perlu dibangun melalui berbagai instrumen, salah satunya QRIS sebagai alat pembayaran digital karya anak bangsa,” ungkap Viman.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mempercepat digitalisasi transaksi guna memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.

Melalui sistem pembayaran digital, masyarakat diharapkan dapat menikmati layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien. Di sisi lain, digitalisasi juga diyakini mampu mendukung pertumbuhan pelaku usaha serta memperluas akses ekonomi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan QRIS tidak hanya digunakan secara luas, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha maupun masyarakat,” pungkasnya.

Dengan peluncuran berbagai layanan digital berbasis QRIS tersebut, Kota Tasikmalaya semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang aktif mendorong transformasi digital, baik dalam sektor pelayanan publik, perdagangan, pendidikan, maupun ekonomi syariah.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement