Ikuti Kami :

Disarankan:

Bupati Ciamis Wanti-wanti Bahaya Judi Online dan Kekerasan Anak dalam Agenda Tarling di Jatinagara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:57 WIB
Bupati Ciamis Wanti-wanti Bahaya Judi Online dan Kekerasan Anak dalam Agenda Tarling di Jatinagara
Bupati Ciamis Wanti-wanti Bahaya Judi Online dan Kekerasan Anak dalam Agenda Tarling di Jatinagara.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyampaikan pesan mendalam terkait tantangan pengasuhan anak di era digital. Hal tersebut ditegaskannya saat melaksanakan agenda Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al Ikhlas, Desa Bayasari, Kecamatan Jatinagara, wilayah eks Kewedanaan Kawali, Rabu (4/3/2026) malam.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyampaikan pesan mendalam terkait tantangan pengasuhan anak di era digital. Hal tersebut ditegaskannya saat melaksanakan agenda Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al Ikhlas, Desa Bayasari, Kecamatan Jatinagara, wilayah eks Kewedanaan Kawali, Rabu (4/3/2026) malam.

Dalam sambutannya, Herdiat menyoroti derasnya arus informasi melalui media sosial yang bak pisau bermata dua. Ia meminta para orang tua di Ciamis tidak lengah mengawasi aktivitas digital buah hati mereka.

“Perkembangan teknologi harus disikapi dengan bijak, terutama oleh generasi muda. Jangan sampai kemudahan akses informasi justru menjerumuskan anak-anak kita,” ujar Herdiat.

Secara khusus, Herdiat menyinggung fenomena judi online (judol) yang kian meresahkan di wilayah Kabupaten Ciamis. Ia menilai praktik tersebut mulai merambah berbagai lapisan masyarakat dan berisiko besar menjerat anak-anak jika tanpa pengawasan ketat.

Tak hanya judol, Bupati juga menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Ia menegaskan bahwa trauma yang dialami korban sangat berat dan berisiko menciptakan rantai kekerasan di masa depan.

“Anak-anak yang menjadi korban bisa mengalami trauma berkepanjangan. Bahkan dikhawatirkan mereka dapat menjadi pelaku di kemudian hari jika tidak mendapatkan pendampingan yang tepat. Di sinilah peran pengawasan orang tua menjadi sangat vital,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah. “Waktu anak lebih banyak di rumah bersama orang tua. Jangan hanya mengandalkan sekolah, peran keluarga adalah benteng utama,” tambah Herdiat.

Selain memberikan pesan moral, agenda Tarling kali ini juga diwarnai dengan aksi nyata kepedulian sosial. Herdiat menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada empat warga di wilayah eks Kewedanaan Kawali.

Dua penerima bantuan di antaranya merupakan warga Desa Bayasari, Kecamatan Jatinagara, yakni: Eman, warga Dusun Wetan RT 002/RW 002 dan Ihin Solihin, warga Dusun Kulon RT 007/RW 001.

Bantuan senilai Rp20 juta per unit ini bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB dan BPR Karya Utama Jabar Perseroda. Sebelum acara dimulai, Bupati menyempatkan diri meninjau langsung kondisi rumah para penerima untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga agar memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditinggali bersama keluarga,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement