Ikuti Kami :

Disarankan:

Cegah Kasus Keracunan, Dinkes Banjar Gelar Pelatihan Penjamah Makanan bagi Relawan Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 17:54 WIB
Cegah Kasus Keracunan, Dinkes Banjar Gelar Pelatihan Penjamah Makanan bagi Relawan Program Makan Bergizi Gratis
Cegah Kasus Keracunan, Dinkes Banjar Gelar Pelatihan Penjamah Makanan bagi Relawan Program Makan Bergizi Gratis. Foto: NewsTasikmalaya.com/Martin.

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan mitra dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar pelatihan bagi para penjamah makanan. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan relawan dapur MBG dari berbagai wilayah di Kota Banjar.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan mitra dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar pelatihan bagi para penjamah makanan. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan relawan dapur MBG dari berbagai wilayah di Kota Banjar.

Pelatihan tersebut bertujuan sebagai langkah preventif terhadap risiko keracunan makanan, sekaligus memastikan setiap dapur MBG memenuhi Standar Nasional Layanan Kesehatan Lingkungan.

Sejak awal Oktober 2025, kegiatan pelatihan berlangsung di beberapa lokasi, salah satunya di Aula Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari. Di tempat itu, puluhan anggota Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari dapur Kangmas dan Rejasari 2 tampak antusias mengikuti materi tentang higiene, sanitasi, serta teknik pengolahan pangan yang aman dan sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Saefuddin, menyebut pelatihan ini sebagai syarat wajib menuju Standar Layanan Hidangan Sehat (SLHS) bagi seluruh dapur MBG di Kota Banjar.

“Setiap dapur MBG wajib mengikutsertakan minimal 25 relawan. Setelah lulus, mereka akan menerima sertifikat kompetensi sebagai penjamah makanan,” kata Saefuddin saat ditemui, Sabtu (11/10/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat yang menargetkan seluruh dapur MBG di daerah harus tersertifikasi paling lambat 30 Oktober 2025.

“Kami tidak main-main soal kualitas. Semua pelatih berasal dari Dinkes dan Puskesmas, dan telah memiliki sertifikat keahlian di bidangnya,” ujarnya.

Dinkes Banjar juga telah menyiapkan langkah lanjutan pasca pelatihan. Tim pengawas akan turun langsung ke dapur-dapur MBG untuk memeriksa penerapan standar yang telah diajarkan.

“Kami akan evaluasi kualitas makanan dan sarana prasarana dapur. Jangan sampai pelatihan hanya jadi formalitas,” tegas Saefuddin.

Kegiatan ini disambut positif oleh para mitra dapur. Owner SPPG Rejasari 2, Mujamil, menilai pelatihan ini menjadi fondasi penting dalam menjamin keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat program MBG.

“Anak-anak penerima manfaat MBG harus mendapat makanan yang tidak hanya bergizi, tapi juga aman secara kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, para relawan kini memperoleh pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan di dapur.

“Mulai dari cara menyimpan bahan pangan, teknik pengolahan yang benar, hingga prinsip sanitasi dapur. Kami yakin, dengan relawan yang terlatih dan tersertifikasi, MBG akan berdampak lebih positif dan terukur bagi masyarakat,” katanya.

Sebagai informasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak sekolah. Di Kota Banjar, program ini dijalankan secara kolaboratif oleh puluhan dapur komunitas yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah koordinasi Pemerintah Kota Banjar.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement