Kopi Gunung Raja Tumbuh di Hutan Sosial dan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Kelompok Tani Hutan Sriwanamukti di Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, berhasil mengembangkan budidaya Kopi Gunung Raja melalui skema Perhutanan Sosial di kawasan KHDKP.
Disarankan:
Warga Perumahan Bumi Resik Panglayungan (BRP), Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, dikejutkan dengan penemuan sesosok janin yang diduga dibuang oleh orang tak bertanggung jawab, Rabu (14/1/2026) malam.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Warga Perumahan Bumi Resik Panglayungan (BRP), Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, dikejutkan dengan penemuan sesosok janin yang diduga dibuang oleh orang tak bertanggung jawab, Rabu (14/1/2026) malam.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat bernama Nenah (57). Ia mengungkapkan, awalnya tidak ada yang mencurigakan dari sebuah kantong plastik putih yang tergeletak di Jalan Cendramerta, RT 05/RW 13, tepat di depan sebuah gerobak.
“Awalnya saya kira cuma sampah. Saya geser pakai kaki ke dekat gerobak, tapi ternyata ada darah di bawahnya,” ujar Nenah saat ditemui di lokasi.
Kecurigaan Nenah semakin kuat karena posisi kantong plastik tersebut dinilai tidak wajar. Menurutnya, benda itu tidak mungkin terbawa aliran air atau angin, mengingat lokasi penemuan berada di tengah jalan lingkungan.
“Saya bilang ke warung, itu ada yang buang sampah di tengah jalan. Kalau kebawa arus air, nggak mungkin sampai ke situ,” katanya.
Nenah menuturkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 17.30 WIB atau menjelang waktu Magrib. Kantong plastik berukuran cukup besar itu masih dalam kondisi utuh saat pertama kali ditemukan.
Setelah salat Isya, warga bersama pengurus Yayasan Fakir Miskin (Yafakin) dan disaksikan Ketua RT setempat akhirnya membuka kantong plastik tersebut. Saat itulah warga mendapati janin berada di dalamnya.
“Pas dibuka, ternyata isinya janin. Di dalam plastik itu juga ada sarung tangan, pempers, sama ari-arinya,” ungkap Nenah.
Mengetahui temuan tersebut, warga segera melaporkannya kepada Ketua RW, yang kemudian meneruskan laporan ke pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Cipedes bersama tim Inafis dan Pamapta Polres Tasikmalaya Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Area penemuan juga dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan.
Hingga malam hari, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna mengungkap pelaku pembuangan janin tersebut.
Sementara itu, janin telah dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk memastikan usia kandungan serta kepentingan penyelidikan lanjutan oleh pihak berwenang.
Kelompok Tani Hutan Sriwanamukti di Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, berhasil mengembangkan budidaya Kopi Gunung Raja melalui skema Perhutanan Sosial di kawasan KHDKP.
DKP3 Kota Tasikmalaya mulai menerapkan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) sebagai bagian dari program Advanced Agriculture System (AAS) untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Kedua peristiwa diduga dipicu oleh pembakaran sampah dan daun kering yang ditinggalkan tanpa pengawasan.