Ikuti Kami :

Disarankan:

DKP3 Kota Tasikmalaya Mulai Terapkan Metode Tabela, Target Produksi Padi Tembus 10 Ton per Hektare

Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:21 WIB
DKP3 Kota Tasikmalaya Mulai Terapkan Metode Tabela, Target Produksi Padi Tembus 10 Ton per Hektare
DKP3 Kota Tasikmalaya Mulai Terapkan Metode Tabela, Target Produksi Padi Tembus 10 Ton per Hektare. Foto: Istimewa

DKP3 Kota Tasikmalaya mulai menerapkan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) sebagai bagian dari program Advanced Agriculture System (AAS) untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya mulai menerapkan sistem pertanian modern melalui metode Tanam Benih Langsung (Tabela) yang merupakan bagian dari program Advanced Agriculture System (AAS). Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pelaksanaan perdana metode Tabela dilakukan di lahan pertanian Kampung Ujungsari, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya Ely Suminar, jajaran pemerintah daerah, serta para petani. 

Dalam kesempatan itu, Diky Candra bersama petani melakukan penanaman benih padi secara simbolis menggunakan metode tanam benih langsung sebagai tanda dimulainya penerapan program tersebut di Kota Tasikmalaya.

Program Nasional untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menjelaskan bahwa metode Tabela merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang saat ini mulai diterapkan di berbagai daerah sebagai upaya modernisasi sektor pertanian.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya mendapatkan target penerapan metode tersebut di lahan seluas 19 hektare. Namun hingga saat ini realisasinya baru mencapai sekitar 8 hektare.

“Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang terus didorong di berbagai daerah. Kota Tasikmalaya mendapatkan target 19 hektare dan saat ini yang sudah berjalan sekitar 8 hektare,” ujar Diky.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan alat pendukung. Saat ini, peralatan yang digunakan masih memanfaatkan bantuan dan pinjaman dari pihak lain, termasuk dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

Meski demikian, Diky mengapresiasi hadirnya petani milenial di Kota Tasikmalaya yang telah mengembangkan teknologi pertanian serupa dan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

Didorong Diterapkan di Seluruh Kecamatan

Diky berharap metode Tabela tidak hanya diterapkan di satu wilayah, tetapi dapat diperluas ke seluruh kawasan pertanian yang ada di Kota Tasikmalaya.

Ia menyebut Kecamatan Mangkubumi dan Kawalu menjadi dua wilayah yang memiliki potensi lahan pertanian cukup besar untuk penerapan sistem tersebut.

“Hampir seluruh kecamatan akan menjadi sasaran program ini. Wilayah Mangkubumi dan Kawalu memiliki lahan pertanian yang cukup luas sehingga berpotensi menjadi lokasi pengembangan berikutnya. Program ini tidak boleh hanya berjalan tahun ini, tetapi harus terus dimaksimalkan,” tegasnya.

Target Produksi Naik Menjadi 10 Ton per Hektare

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya Ely Suminar menjelaskan, bahwa metode Tabela memiliki sejumlah perbedaan dibanding sistem tanam padi konvensional yang selama ini diterapkan petani.

Menurut Ely, tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan produktivitas hasil panen dari rata-rata enam hingga tujuh ton per hektare menjadi minimal 10 ton per hektare, sesuai target yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

“Metode ini mengacu pada program Kementerian Pertanian dengan target produksi minimal 10 ton per hektare. Harapannya produktivitas padi di Kota Tasikmalaya dapat meningkat secara signifikan,” katanya.

Salah satu perbedaan utama terletak pada jumlah benih yang digunakan. Jika pada sistem konvensional kebutuhan benih berkisar 35 kilogram per hektare, pada metode Tabela jumlahnya meningkat menjadi sekitar 80 kilogram per hektare.

Selain itu, penanaman dilakukan menggunakan alat khusus berupa drum seeder yang memungkinkan benih langsung ditebar secara merata di lahan sawah.

Populasi Tanaman Lebih Padat

Ely menjelaskan bahwa metode Tabela mengandalkan populasi tanaman yang lebih padat dibanding sistem tanam biasa.

Pada sistem konvensional, peningkatan hasil panen banyak bergantung pada pertumbuhan anakan padi. Sementara pada metode Tabela, produktivitas didorong melalui jumlah populasi tanaman yang lebih banyak dalam satu hamparan lahan.

“Kalau sistem lama lebih mengandalkan pertumbuhan anakan, sedangkan pada metode ini populasi tanaman dibuat lebih padat sehingga diharapkan hasil produksinya lebih tinggi,” jelasnya.

Dari sisi masa tanam dan sistem pengairan, tidak terdapat perbedaan signifikan dengan metode konvensional. Namun terdapat penyesuaian pada kebutuhan pupuk dan perlakuan benih.

Kebutuhan pupuk Urea ditingkatkan dari 250 kilogram menjadi 300 kilogram per hektare, sedangkan pupuk NPK naik dari 300 kilogram menjadi 400 kilogram per hektare.

Antisipasi Hama dan Kebutuhan Air

Untuk mengurangi risiko serangan hama pada fase awal pertumbuhan, benih padi terlebih dahulu direndam menggunakan pestisida sebelum ditanam. Selain itu, lahan juga mendapatkan perlakuan penyemprotan pestisida pra-tumbuh.

DKP3 Kota Tasikmalaya juga memilih lokasi uji coba yang memiliki ketersediaan air cukup karena pada fase awal pertumbuhan, tanaman padi metode Tabela membutuhkan suplai air yang lebih banyak.

Saat ini, program masih berada pada tahap awal penanaman dan akan terus dievaluasi untuk melihat efektivitasnya dalam meningkatkan hasil produksi pertanian di Kota Tasikmalaya.

Jika target produksi 10 ton per hektare dapat tercapai, metode Tabela berpotensi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement