TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menggelar agenda Evaluasi Pembina Program One Kelurahan One Hafiz (OHAN HAFIZ) di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, pada Rabu (15/7/2026).
Langkah evaluasi berkala ini dilakukan sebagai upaya taktis untuk memastikan roda pembinaan para penghafal Al-Qur'an di tingkat wilayah berjalan optimal, sekaligus memperkokoh komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya yang religius, madani, dan berkarakter.
Ketua Tim Koordinasi OHAN HAFIZ, Drs. H. Rachmat Riza Setiawan, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu pilar prioritas Pemkot Tasikmalaya yang linier dengan visi-misi besar arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) di daerah.
"Lewat program ini, jajaran pemerintah daerah berupaya keras mencetak generasi muda penghafal Al-Qur'an, menyokong penuh keberlangsungan ekosistem pendidikan tahfiz, serta konsisten memberikan stimulus motivasi berupa apresiasi nyata kepada para hafiz dan hafizah," ujar Riza.
Hingga medio Juli 2026, Riza yang sehari-hari juga mengemban amanah sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya ini membeberkan, program OHAN HAFIZ tercatat telah membina sebanyak 44 peserta. Seluruh peserta didik tersebut dikelompokkan secara klaster dan tersebar di empat zona pemusatan binaan, meliputi:
* Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Purbaratu: 14 peserta
* Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Cihideung: 13 peserta
* Pondok Pesantren Al Hasanah, Kawalu: 12 peserta
* Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an Nurul Iman, Indihiang: 5 peserta
Berdasarkan data rekapitulasi tim lapangan, grafik perkembangan daya hafalan para peserta binaan menunjukkan rapor yang sangat menggembirakan. Sebanyak 20 peserta dilaporkan telah sukses merampungkan hafalan di kisaran 25 hingga 30 juz, 8 peserta mengantongi hafalan 20 hingga 25 juz, serta 16 peserta lainnya bertengger di progres hafalan 10 hingga 20 juz.
"Keberhasilan capaian target hafalan ini tentu tidak terlepas dari peran krusial 20 orang guru pembina yang kami terjunkan. Tim tersebut terdiri atas 12 pembina spesialis tahfiz dan 8 pembina kompetensi tahsin, yang secara konsisten melekat mendampingi santri selama proses transfer ilmu," papar Riza.
Lebih jauh, ia menuturkan bahwa pelaksanaan program unggulan ini rutin diawasi ketat dan dievaluasi secara berkala oleh Tim Koordinasi lintas sektoral Setda. Pola manajemen ini diterapkan agar perkembangan kompetensi tiap individu santri terpetakan secara presisi, sekaligus menjadi bahan baku pembenahan mutu kurikulum pembinaan.
Pemkot Tasikmalaya dipastikan akan terus memberikan proteksi dan dukungan penuh terhadap keberlangsungan Program OHAN HAFIZ ke depan melalui penguatan alokasi koordinasi anggaran lintas perangkat daerah serta pendampingan program yang berkelanjutan.
Melalui giat evaluasi terpadu ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya menaruh harapan besar agar kualitas output dari program OHAN HAFIZ kian melonjak naik kelas. Dengan demikian, kran lahirnya generasi muda Qurani yang berakhlak mulia, berdaya saing, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat modern dapat terus terjaga secara berkelanjutan.