Prabowo Genjot Swasembada Energi dan Berantas Praktik Ilegal
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah mempercepat swasembada energi setelah keberhasilan swasembada pangan.
Disarankan:
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran untuk mempercepat penghapusan kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan kelaparan di Indonesia.
MALANG, NewsTasikmalaya.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penghapusan kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan kelaparan melalui kebijakan efisiensi anggaran yang lebih terarah.
Menurutnya, seluruh program dan belanja negara harus difokuskan pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Malansir laman presidenri.go.id, Sabtu (18/7/2026) pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan penghematan dan optimalisasi anggaran negara agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang masih berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.
“Kita harus menghilangkan kelaparan dan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem. Untuk mencapai itu, anggaran negara harus digunakan secara efektif dan efisien,” ujar Presiden.
Pengentasan Kemiskinan Jadi Agenda Prioritas
Prabowo menilai penghapusan kemiskinan bukan hanya persoalan ekonomi semata, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
Menurutnya, Indonesia sedang mempersiapkan diri menghadapi era baru pada 2045 hingga 2050, ketika negara ini diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Karena itu, kualitas sumber daya manusia saat ini menjadi faktor penentu keberhasilan masa depan bangsa.
Presiden menekankan pentingnya investasi pada generasi muda melalui pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi yang memadai agar mereka mampu menjadi penggerak pembangunan di masa mendatang.
“Anak-anak yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar akan menjadi tulang punggung Indonesia 20 hingga 25 tahun ke depan. Karena itu mereka harus dipersiapkan dengan baik sejak sekarang,” katanya.
Kesejahteraan Rakyat Disebut Bentuk Pertahanan Terbaik
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti hubungan antara kesejahteraan masyarakat dan kekuatan negara. Ia menilai pertahanan nasional tidak hanya diukur dari kekuatan militer atau aparat keamanan, tetapi juga dari kondisi rakyat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Menurut Presiden, masyarakat yang memiliki kualitas hidup baik akan menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
“Pertahanan terbaik sebuah negara adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Ketika rakyat hidup dengan baik, mereka akan menjadi garda terdepan dalam menjaga Indonesia,” ujarnya.
Apresiasi Peran TNI dan Polri Membantu Masyarakat
Presiden Prabowo turut memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang selama ini terlibat dalam berbagai program pelayanan masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur dasar dan penyediaan sarana kebutuhan publik di berbagai daerah.
Ia menilai kehadiran aparat negara di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari akses air bersih hingga pembangunan fasilitas penunjang aktivitas masyarakat.
Prabowo menyebut berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa institusi negara tidak hanya berfungsi menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya melihat banyak program yang telah dilakukan untuk membantu rakyat, mulai dari pembangunan jembatan hingga penyediaan titik-titik air bersih. Semua itu merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Negara Harus Hadir Mengatasi Kesulitan Rakyat
Menutup sambutannya, Presiden kembali menegaskan bahwa seluruh unsur negara memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat dan membantu mengatasi berbagai kesulitan yang masih dihadapi rakyat.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, serta seluruh elemen bangsa dapat mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan bebas dari kemiskinan ekstrem.
Dengan fokus pada efisiensi anggaran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerintah optimistis target pengurangan kemiskinan dapat tercapai sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah mempercepat swasembada energi setelah keberhasilan swasembada pangan.
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia mampu menjadi negara maju dan mandiri melalui penguatan sektor energi, industri, dan pertahanan.
Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak tebu, padi, dan kedelai yang digelar di 43 titik seluruh Indonesia saat kunjungan kerja ke Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut melibatkan sinergi tiga matra TNI untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.