TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – SMKN 1 Tasikmalaya resmi memulai langkah besar dalam transformasi digital dengan menjadi salah satu penerima bantuan Program Sertifikasi AI READY ASEAN. Program ini melibatkan lebih dari 2.000 peserta yang terdiri dari seluruh tenaga pendidik dan siswa, menjadikannya sebagai salah satu inisiatif sertifikasi kecerdasan buatan terbesar di level sekolah menengah kejuruan.
Kegiatan ini diluncurkan secara resmi oleh Tikomdik Dinas Pendidikan Jawa Barat yang bekerja sama dengan Kaizen selaku event organizer (EO) pelaksana sekaligus pemberi bantuan program. Program ini bertujuan membekali warga sekolah dengan keterampilan Artificial Intelligence (AI) agar mampu bersaing secara global di era industri modern.
Di Kota Tasikmalaya, kesempatan langka ini hanya didapatkan oleh dua sekolah, yakni SMKN 1 Tasikmalaya dan SMAN 5 Tasikmalaya. Hal ini mempertegas posisi kedua sekolah tersebut sebagai institusi pendidikan yang progresif di Jawa Barat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Heri Darliana, S.ST, menjelaskan bahwa sertifikasi ini merupakan instrumen penting agar guru dan murid tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pemain aktif.
“Program ini menjadi momentum strategis bagi sekolah dalam menyiapkan SDM agar mampu memahami dan mengembangkan potensi AI secara bijak dan produktif. Kami ingin lulusan kami memiliki daya saing tinggi dan adaptif terhadap teknologi masa depan,” ujar Heri Darliana, Kamis (30/4/2026).
Kepala SMKN 1 Tasikmalaya, Junjun Nugraha Sutisna, S.Pd., M.M, berharap sertifikasi bertaraf internasional ini memberikan dampak nyata, terutama saat para siswa memasuki dunia kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
“Kami berharap sertifikasi AI READY ASEAN ini menjadi bekal konkret. Ini adalah langkah nyata kami dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan di era kecerdasan buatan,” ungkap Junjun.
Ke depan, SMKN 1 Tasikmalaya menargetkan program ini mampu mencetak rekor sebagai sekolah vokasi yang secara menyeluruh telah membekali warganya dengan kompetensi AI. Inovasi ini diharapkan menjadi standar baru bagi sekolah-sekolah kejuruan lainnya dalam menjawab kebutuhan industri 4.0.