Ikuti Kami :

Disarankan:

Damkar Ciamis Berhasil Evakuasi King Kobra Raksasa 3,9 Meter dari Teras Rumah Warga Cikoneng

Senin, 27 April 2026 | 09:23 WIB
Watermark
Damkar Ciamis Berhasil Evakuasi King Kobra Raksasa 3,9 Meter dari Teras Rumah Warga Cikoneng.

Warga Dusun Cisaray, Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular king kobra berukuran raksasa, Minggu (26/4/2026) malam. Ular berbisa mematikan sepanjang 3,9 meter tersebut sempat masuk ke area pemukiman dan memicu kepanikan warga sekira pukul 20.06 WIB.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Warga Dusun Cisaray, Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular king kobra berukuran raksasa, Minggu (26/4/2026) malam. Ular berbisa mematikan sepanjang 3,9 meter tersebut sempat masuk ke area pemukiman dan memicu kepanikan warga sekira pukul 20.06 WIB.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengonfirmasi bahwa ular tersebut pertama kali terlihat melintas di jalan sebelum akhirnya bersembunyi di teras rumah salah satu warga.

“Ada warga melihat ular tersebut melintas di jalan dan akhirnya masuk ke teras depan rumah milik Pak Asep. Karena takut membahayakan keselamatan, pelapor langsung menghubungi Kantor Damkar Ciamis,” ujar Budi Rahmat, Senin (27/4/2026).

Mendapat laporan darurat, tim Damkar Ciamis langsung menerjunkan petugas ahli, yakni Yedi Setiadi, Seprinda Suyatman, dan Suheri, untuk melakukan evakuasi. Dengan peralatan khusus dan prosedur keselamatan tinggi, petugas berupaya menjinakkan reptil jenis Ophiophagus hannah tersebut.

Berkat kesigapan personel di lapangan, proses evakuasi berlangsung sangat singkat. Dalam waktu sekitar delapan menit, ular predator tersebut berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.

“Pada pukul 20.14 WIB proses evakuasi selesai dan unit langsung kembali ke mako. Ular tersebut memang sangat berpotensi mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan tepat,” tambah Budi.

Meski situasi telah kembali kondusif, kemunculan ular berbisa berukuran besar ini sempat meninggalkan trauma bagi warga setempat. Budi Rahmat pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari atau saat habitat ular terganggu oleh faktor cuaca dan lingkungan.

“Jika menemukan hewan berbahaya seperti ular, masyarakat diharapkan tidak melakukan penanganan mandiri. Segera lapor ke petugas Damkar agar bisa ditangani secara aman dan profesional,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement