Ikuti Kami :

Disarankan:

Respons Jeritan Petani Soal Dampak Revitalisasi Sungai Cikunten, Dicky Candra Datangi Markas BBWS Citanduy

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:06 WIB
Respons Jeritan Petani Soal Dampak Revitalisasi Sungai Cikunten, Dicky Candra Datangi Markas BBWS Citanduy
Respons Jeritan Petani Soal Dampak Revitalisasi Sungai Cikunten, Dicky Candra Datangi Markas BBWS Citanduy.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara melakukan kunjungan kerja mendadak ke Kantor BBWS Citanduy di Kota Banjar, Kamis (25/6/2026), demi memperjuangkan nasib para petani yang terdampak proyek revitalisasi Sungai Cikunten.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, bergerak cepat merespons keluhan para petani yang terdampak oleh aktivitas proyek revitalisasi Sungai Cikunten. Orang nomor dua di Kota Tasikmalaya tersebut mendatangi langsung Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Banjar, pada Kamis (25/6/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Dicky Candra turut didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Tasikmalaya, Adang Mulyana, serta sejumlah personel Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama manajemen BBWS Citanduy menggelar diskusi intensif guna merumuskan solusi konkret terkait teknis distribusi air irigasi, sekaligus memetakan langkah antisipasi menghadapi ancaman musim kemarau.

Dicky Candra membenarkan bahwa pergerakannya ini didasari oleh adanya keluhan dari klaster kelompok tani akibat menyusutnya debit air dampak pengerjaan fisik proyek Cikunten. Kehadirannya murni mengemban misi penting untuk menjembatani komunikasi langsung antara otoritas pertanian daerah dan pihak BBWS selaku pemilik proyek pusat.

"Kami memboyong jajaran DKPPP dan PPL untuk berdiskusi bersama tim teknis BBWS guna merancang solusi distribusi air yang adil. Langkah taktis ini bertujuan mengurai masalah krisis pasokan air irigasi yang saat ini mengancam sektor agraris di wilayah kami akibat pengerjaan proyek infrastruktur tersebut," kata Dicky pada Jumat (26/6/2026) pagi.

Dicky menilai, proyek revitalisasi sungai sejatinya sangat penting sebagai investasi jangka panjang dalam menata aliran air dan mengendalikan banjir bandang. Namun, ia mengingatkan agar dampak jangka pendek berupa penyusutan pasokan air ke areal pesawahan tidak sampai mematikan mata pencaharian utama para petani lokal.

"Jika pasokan air mengering terus, produktivitas padi regional di Tasikmalaya akan merosot tajam. Efek domino ini dikhawatirkan dapat mengganggu target swasembada pangan nasional yang menjadi program prioritas Bapak Presiden," urainya.

Sebagai jalan tengah, Dicky mengusulkan agar proyek fisik di lapangan tetap berjalan, namun diiringi dengan pola pengaturan "gilir air" yang konsisten demi menjamin hamparan sawah di kawasan terdampak, seperti Kecamatan Mangkubumi, tetap menerima pasokan air secara berkala. Ia juga meminta Kementerian PUPR dan BBWS menelurkan kebijakan teknis yang berpihak pada nasib petani gurem.

"Alhamdulillah, perwakilan kelompok tani menyambut positif langkah mediasi dari pemkot ini. Mereka meminta BBWS segera menyosialisasikan jadwal resmi gilir air agar petani memiliki kepastian untuk memulai musim tanam sekaligus mengantisipasi risiko gagal panen (puso). Pertemuan kemarin akhirnya melahirkan kesepakatan penting berupa penerapan skema penguatan debit air secara bergilir ke saluran-saluran sekunder irigasi sawah," pungkas Dicky.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement