Ikuti Kami :

Disarankan:

Damkar Ciamis Evakuasi King Cobra Sepanjang 3 Meter yang Muncul di Lokasi Proyek Jembatan

Senin, 27 Juli 2026 | 19:43 WIB
Damkar Ciamis Evakuasi King Cobra Sepanjang 3 Meter yang Muncul di Lokasi Proyek Jembatan
Damkar Ciamis Evakuasi King Cobra Sepanjang 3 Meter yang Muncul di Lokasi Proyek Jembatan. Foto: Istimewa

Seekor ular king cobra sepanjang sekitar tiga meter ditemukan di lokasi proyek pembangunan pondasi jembatan di Dusun Goropak, Desa Kawali, Kabupaten Ciamis, Senin (27/7/2026).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Kemunculan seekor ular king cobra atau ular kobra raja menghebohkan para pekerja proyek pembangunan pondasi jembatan di Dusun Goropak, Desa Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Senin (27/7/2026) sore.

Ular berbisa dengan panjang sekitar tiga meter itu ditemukan bersembunyi di sela-sela batu di area aliran sungai yang menjadi lokasi pekerjaan konstruksi.

Beruntung, keberadaan reptil berbahaya tersebut segera dilaporkan kepada petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis. Tim dari Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Kawali pun bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan laporan mengenai kemunculan ular king cobra diterima sekitar pukul 16.20 WIB. Setelah menerima informasi, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Petugas segera diberangkatkan setelah menerima laporan dari warga. Proses evakuasi berjalan lancar dan ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban,” ujar Budi Rahmat.

Menurutnya, kejadian bermula saat seorang pekerja proyek bernama Ayi Dedi (56) sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan pondasi jembatan. Saat berada di sekitar sungai, ia dikejutkan oleh kemunculan seekor king cobra yang bersembunyi di balik batu.

Karena khawatir ular tersebut membahayakan pekerja maupun warga sekitar, Ayi segera menghubungi Pos WMK Kawali untuk meminta bantuan evakuasi.

Mendapat laporan tersebut, tim penyelamat yang terdiri dari Asep K, Mugni Rizki, Rizky Erda, dan Rizal Saefulloh langsung diterjunkan ke lokasi menggunakan kendaraan operasional.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan proses evakuasi secara hati-hati mengingat king cobra merupakan salah satu ular berbisa paling berbahaya di dunia. Setelah melalui proses penanganan yang cukup menantang, ular berhasil diamankan sekitar pukul 17.10 WIB.

“Evakuasi berjalan aman dan ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan insiden. Setelah tugas selesai, petugas kembali ke Pos WMK Kawali untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan,” jelas Budi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya yang beraktivitas di area sungai, kebun, maupun lokasi proyek terbuka, agar lebih waspada terhadap kemunculan satwa liar, terutama selama musim kemarau ketika habitat alami mereka mengalami perubahan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement