CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Peristiwa kebakaran melanda sebuah kandang ayam tiga tingkat milik warga di Dusun Handapherang, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pada Senin (15/6/2026) siang. Amukan si jago merah yang diduga dipicu oleh hubungan arus pendek (korsleting) listrik tersebut meludeskan seluruh bangunan dan memicu kerugian materi hingga ratusan juta rupiah.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan resmi mengenai insiden kebakaran tersebut pada pukul 14.24 WIB. Usai menerima informasi dari warga, petugas piket langsung bergerak cepat menuju lokasi guna menjinakkan kobaran api.
"Kami menerima laporan pada pukul 14.24 WIB dan langsung menerjunkan petugas ke lokasi. Respons cepat dilakukan agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian," kata Budi Rahmat, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan data teknis di lapangan, objek yang terbakar merupakan bangunan kandang ayam semi permanen berstruktur tiga tingkat dengan dimensi ukuran 6 meter x 17,5 meter.
Menurut Budi, kronologi kebakaran pertama kali diketahui oleh warga setempat saat kondisi kobaran api sudah telanjur membesar dan membubung tinggi. Melihat situasi yang kian tak terkendali, saksi mata langsung berteriak meminta pertolongan dan segera menghubungi jajaran UPTD Damkar Ciamis.
"Awalnya kebakaran diketahui oleh tetangga pemilik kandang. Saat diketahui, api sudah cukup besar sehingga warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan," jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Damkar Ciamis berangkat dari mako pada pukul 14.27 WIB dan berhasil tiba di lokasi dalam waktu sekitar 10 menit. Guna melangsungkan operasi pemadaman, sebanyak sembilan personel tangguh diterjunkan dengan dibantu dua unit armada mobil pancar.
Setibanya di area kejadian, petugas langsung berjibaku menyemprotkan air untuk melokalisasi api. Setelah api utama berhasil diredam, petugas melanjutkan proses pendinginan (cooling) guna mengantisipasi munculnya bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Petugas melakukan pemadaman, pendinginan, dan observasi secara menyeluruh hingga api benar-benar padam. Penanganan selesai sekitar pukul 15.50 WIB," urai Budi.
Pihak Damkar memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kendati demikian, pemilik kandang harus menelan pil pahit lantaran seluruh aset bangunannya hangus tak tersisa dengan taksiran kerugian materi mencapai sekitar Rp200 juta.
Operasi pemadaman dan penanganan darurat ini berjalan kondusif berkat sinergi erat dari berbagai unsur di lapangan, meliputi petugas Damkar Ciamis, Polsek Cijeungjing, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Kecamatan Cijeungjing, Pemerintah Desa Handapherang, petugas PLN, Baznas, Tagana, serta bantuan gotong royong dari warga masyarakat setempat.