TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya membantah isu yang menyebutkan kas daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dalam kondisi kosong. BPKAD memastikan kondisi keuangan daerah masih aman dan pengelolaan anggaran berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Kepala BPKAD Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi, menegaskan bahwa hak-hak pegawai, termasuk gaji dan tunjangan, telah diprioritaskan serta dialokasikan secara khusus agar tidak terdampak oleh kebutuhan pembiayaan program lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal dan kewajiban pemerintah terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat terpenuhi tepat waktu.
“Yang jelas bukan kosong, tapi ada anggarannya. Bahkan gaji ke-13 sudah kami salurkan. Sementara itu, untuk gaji PPPK tinggal menunggu pengajuan dari dinas masing-masing,” ujar Tedi Setiadi, Senin (15/6/2026).
Tedi menilai informasi yang menyebut kas daerah kosong perlu diklarifikasi dan ditelusuri sumbernya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, Pemkot Tasikmalaya bersama DPRD dan instansi terkait juga telah melakukan pembahasan mengenai kondisi keuangan daerah, termasuk memastikan ketersediaan anggaran untuk memenuhi hak ASN.
“Bahkan kami sudah melaksanakan rapat bersama instansi terkait dan DPRD mengenai hal tersebut. Hak ASN sudah dikunci dan dipisahkan dari pembiayaan program umum daerah, sehingga pencairannya dijamin tidak akan terganggu,” tegasnya.
Pernyataan BPKAD ini sekaligus menjadi respons atas berkembangnya isu mengenai kondisi fiskal Pemkot Tasikmalaya yang belakangan menjadi perhatian sejumlah pihak.
Pemkot Tasikmalaya memastikan pengelolaan keuangan daerah tetap dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab agar berbagai program pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan sesuai perencanaan.