Ikuti Kami :

Disarankan:

Film Langit Tetap Sama Tayang di Tasikmalaya, Angkat Potensi Tuna Netra dan Dorong Kota Inklusif

Senin, 15 Juni 2026 | 09:21 WIB
Film Langit Tetap Sama Tayang di Tasikmalaya, Angkat Potensi Tuna Netra dan Dorong Kota Inklusif
Film Langit Tetap Sama Tayang di Tasikmalaya, Angkat Potensi Tuna Netra dan Dorong Kota Inklusif. Foto: Istimewa

Film Langit Tetap Sama diputar di Auditorium GCC Dadaha Tasikmalaya sebagai penutup rangkaian edukasi membaca Al-Qur'an Braille. Film tersebut mengangkat perjuangan dan potensi penyandang tuna netra serta mendorong terwujudnya Kota Tasikmalaya yang lebih inklusif.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Film Langit Tetap Sama yang mengangkat kisah perjuangan penyandang disabilitas tuna netra diputar di Auditorium GCC Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (16/6/2026). 

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian edukasi dan sosialisasi membaca Al-Qur'an Braille yang digelar Komunitas Sahabat Mata Semarang bersama Majelis Taklim Al-Hikmah Tasikmalaya.

Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, sejumlah pejabat daerah, komunitas disabilitas, serta masyarakat umum. Suasana semakin meriah dengan penampilan hiburan dari Badut Tasikmalaya.

Salah seorang panitia, Harniwan Obech, menjelaskan bahwa film Langit Tetap Sama dibuat untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas, khususnya tuna netra. Menurutnya, film tersebut tidak menonjolkan sisi belas kasihan, melainkan memperlihatkan kemampuan dan potensi besar yang dimiliki penyandang disabilitas.

"Film ini menggambarkan perjuangan teman-teman tuna netra yang memiliki tujuan hidup. Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi luar biasa dan mampu berkarya seperti masyarakat pada umumnya," ujar Obech.

Ia menambahkan, pemutaran film tidak hanya dihadiri penyandang tuna netra, tetapi juga berbagai komunitas disabilitas lainnya serta masyarakat umum. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan dan inklusivitas semakin meningkat.

Menurut Obech, Kota Tasikmalaya saat ini memiliki sekitar 2.200 penyandang disabilitas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 778 orang masih berada pada usia sekolah dan tersebar di tujuh Sekolah Luar Biasa (SLB).

Meski demikian, ia menilai masih banyak fasilitas publik yang belum ramah terhadap penyandang disabilitas. Beberapa di antaranya adalah akses trotoar, fasilitas rumah sakit, hingga layanan administrasi di puskesmas dan rumah sakit.

"Kami berharap pemutaran film ini dapat mendorong pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Hingga saat ini, kami menilai fasilitas yang ramah difabel di Kota Tasikmalaya masih perlu banyak perbaikan," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengapresiasi pemutaran film tersebut. Menurutnya, karya yang ditampilkan menjadi bukti bahwa penyandang tuna netra memiliki kemampuan untuk berkarya dan berprestasi.

"Film ini membuktikan bahwa teman-teman tuna netra juga bisa berkarya. Produksi film ini berasal dari teman-teman di Semarang, dan saya yakin Tasikmalaya pun sangat mungkin melahirkan karya serupa," ujar Diky.

Ia menilai film tersebut tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga sarat pesan edukatif dan motivasi bagi penyandang disabilitas maupun masyarakat luas.

"Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa langit kita tetap sama. Tidak ada yang berubah. Di balik setiap kekurangan, Tuhan selalu memberikan kelebihan. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha," katanya.

Diky juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah untuk memberikan perlakuan yang setara kepada penyandang disabilitas agar tercipta lingkungan yang lebih inklusif.

Melalui pemutaran film Langit Tetap Sama, diharapkan kesadaran publik terhadap hak-hak penyandang disabilitas semakin meningkat sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen mewujudkan Kota Tasikmalaya yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement