TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Warga Kampung Bungursari, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di area perkebunan kelapa, Senin (17/8/2026) siang.
Korban diketahui berinisial HH alias Midun (27), warga Kampung Ciberekah, Desa Manggungjaya, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dekat kolam ikan yang berada di bawah pohon kelapa.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto melalui Pamapta I Ipda Jonih Jonansa membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas gabungan dari Polres Tasikmalaya Kota dan Polsek Rajapolah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).
“Benar, kami menerima laporan adanya penemuan seorang laki-laki yang sudah meninggal dunia di area perkebunan kelapa di Kampung Bungursari, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah,” ujar Ipda Jonih.
Ditemukan Saat Warga Hendak Memancing
Menurut Ipda Jonih, berdasarkan keterangan saksi, penemuan jenazah bermula sekira pukul 12.30 WIB ketika salah seorang warga hendak pergi memancing di saluran air yang berada di sekitar perkebunan milik Ahmad Hidayat.
Saat melintas di lokasi, saksi melihat seorang laki-laki tergeletak di dekat kolam ikan dan bawah pohon kelapa. Kondisi korban saat itu sudah dikerubungi lalat.
Merasa curiga, saksi kemudian memberitahukan temuannya kepada warga lain. Setelah mendekati lokasi, mereka memastikan bahwa korban sudah tidak bernyawa.
"Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," ungkap Ipda Jonih.
Diduga Terjatuh dari Pohon Kelapa
Lebih lanjut disampaikan Ipda Jonih, dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah fakta yang mengarah pada dugaan korban meninggal akibat terjatuh dari pohon kelapa.
Korban ditemukan dengan kondisi tubuh sudah kaku, sebagian tubuh dikerubungi lalat dan semut, serta mulai mengalami perubahan warna kehijauan dan kebiruan terutama pada bagian wajah. Aroma pembusukan juga mulai tercium cukup kuat.
Selain itu, petugas menemukan luka memar berwarna biru kehitaman pada bagian dada serta lecet pada tangan dan kaki korban.
Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, korban diduga terjatuh dari pohon kelapa setinggi lebih kurang 12 meter. Saat jatuh, bagian dada korban diperkirakan membentur batu yang berada di bawah pohon sehingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Di sekitar pohon kelapa terdapat banyak batu berserakan. Dugaan sementara korban terjatuh dari atas pohon dan mengalami benturan keras pada bagian dada,” jelas Ipda Jonih.
Ia menambahkan, pihaknya juga memperoleh informasi bahwa korban kerap memetik buah kelapa tanpa sepengetahuan pemilik pohon.
Pemilik lahan, Ahmad Hidayat, mengaku tidak pernah meminta maupun menyuruh korban untuk memetik kelapa pada hari kejadian.
“Pemilik pohon kelapa menyatakan tidak menyuruh korban memetik buah kelapa. Informasi yang diperoleh, korban diketahui beberapa kali memetik kelapa tanpa sepengetahuan pemiliknya,” tambahnya.
Keluarga Tolak Autopsi
Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan takdir.
Keluarga korban menyatakan tidak menginginkan proses autopsi dan telah menerima kematian HH sebagai ketentuan Tuhan Yang Maha Esa.
Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Polisi memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, petugas tetap melakukan pendataan dan dokumentasi sebagai bagian dari prosedur penanganan kejadian.