TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait dinamika internal pasca-pernyataan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, yang mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Olahraga Dadaha.
Sebelumnya, Diky Candra meluapkan rasa kecewanya saat menghadiri peresmian shelter PKL Dadaha pada Rabu (6/10/2026). Diky menyayangkan tidak adanya keterlibatan dirinya sejak awal perencanaan, serta absennya para kepala dinas sektoral saat seremoni peresmian selain Kadisporabudpar Deddy Mulyana.
Merespons hal tersebut, Wali Kota Viman menegaskan bahwa seluruh proses penataan kawasan Dadaha dikerjakan secara sistematis melalui tim khusus dan dinas teknis terkait.
"Oh iya itu kan dinas teknis sebetulnya, dan saya juga ada tim penataan di sana. Jadi dilibatkan tak dilibatkan sebetulnya bersama-sama," ujar Viman kepada wartawan usai menghadiri kegiatan di Kecamatan Mangkubumi, Kamis (8/10/2026).
Viman menjelaskan, seluruh alur progres penataan kawasan strategis kota senantiasa terdokumentasi dan dilaporkan secara berjenjang kepada jimpinan melalui tembusan hasil rapat serta nota dinas lintas sektoral.
Ia juga menegaskan kembali bahwa arah kebijakan penataan Dadaha berfokus utama pada penataan zona agar kawasan tersebut kembali pada fungsi utamanya.
"Kan tim penataan setelah rapat segala macam ada tembusan, ada nota dinas, pelaporan, jadi spiritnya untuk Dadaha penataan mengedepankan fungsi olahraga dan rekreasi," tegas Viman.
Menepis isu keretakan di jajaran pimpinan daerah, Viman memastikan roda pemerintahan Pemkot Tasikmalaya tetap berjalan harmonis, solid, dan tegak lurus mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan kota.
"Kalau pemerintahan semuanya satu, ada RPJMD, visi misi dan soal laporan progres itu semua sudah ada," pungkas Viman.