TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, merespons ajakan anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, yang memintanya untuk turun langsung meninjau kondisi Kakek Nana Kustaman (74). Kakek Nana viral usai diketahui bertahan hidup di gubuk darurat sambil merawat cucunya yang berkebutuhan khusus.
Menanggapi hal tersebut, Viman menegaskan bahwa poin krusial dalam penanganan kasus sosial kemanusiaan adalah eksekusi tindak lanjut yang nyata di lapangan, bukan sekadar kehadiran fisik jajaran pejabat.
"Ya kan yang paling penting tindak lanjut, masalah saya turun langsung atau tidak, siapapun bisa, baik Kadis, kan itu yang penting ada tindak lanjut terkait memetakan hal tersebut," kata Viman, Sabtu (31/10/2026).
Viman memastikan bahwa jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya telah bergerak secara kolaboratif lintas sektor untuk memberikan penanganan medis, logistik, hingga legalitas tempat tinggal Kakek Nana. Kasus ini pun menjadi bahan evaluasi serius bagi birokrasi daerah.
"Sudah ditangami oleh Dinsos, Kesra, serta Baznas, terus semua, dan menjadi catatan bagi pemkot," ungkapnya.
Imbau Penanganan Responsif dan Sentil Kebiasaan Menunggu Viral
Lebih lanjut, Viman mengutarakan bahwa data keberadaan Kakek Nana sebenarnya telah terintegrasi dalam pemetaan pemerintah kewilayahan, namun membutuhkan tahapan waktu untuk tindak lanjut konkret secara hukum dan administratif pertanahan.
"Jadi saya juga mengajak ke semua pohak dari dewan dan semuanya, kita harus responsif, apalagi kita sudah tahu dan Alhamdulilah dari kelurahan respon baik, dan kemudian juga sudah ditindaklanjuti, kolaborasi Baznas, Kesra Dinsos, Perwaskim hingga legalitas tempat tinggal, butuh waktu juga semua," jelasnya.
Wali Kota Tasikmalaya ini juga mengingatkan seluruh jajaran instansi pemerintah maupun legislatif agar penanganan masalah kesejahteraan sosial masyarakat dilakukan secara konsisten sejak dini, tanpa harus menunggu perhatian media atau ramai di jejaring media sosial.
"Jangan sampai seperti polisi India, maksudnya itu jangan ketika heboh-heboh baru semua atensi, mengkritisi, semua harus bisa direspon. Jadi kita bareng-bareng," pungkasnya.