Ikuti Kami :

Disarankan:

Verifikasi Selesai Tapi Dana Belum Cair, Cabor Pertanyakan Realisasi Hibah KONI Banjar Rp250 Juta

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB
Verifikasi Selesai Tapi Dana Belum Cair, Cabor Pertanyakan Realisasi Hibah KONI Banjar Rp250 Juta
Verifikasi Selesai Tapi Dana Belum Cair, Cabor Pertanyakan Realisasi Hibah KONI Banjar Rp250 Juta. Foto: Sukirman.

Pengcab IMI dan PASI Kota Banjar pertanyakan realisasi hibah KONI Rp250 juta tahun 2026 yang belum diterima cabor meski telah diverifikasi Dispora, Sabtu (31/10/2026).

BANJAR, NewsTasikmalaya.com — Polemik pengelolaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjar kembali memanas. Sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) mempertanyakan kejelasan realisasi anggaran hibah murni tahun 2026 sebesar Rp250 juta yang hingga kini belum dicairkan ke pihak cabor.

Ketua Pengcab Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Banjar, Asep Saefurrohmat, menyayangkan pernyataan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Banjar yang dinilai terkesan melempar tanggung jawab.

Asep menegaskan bahwa mekanisme pengelolaan keuangan daerah telah diatur secara mengikat dalam PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Berdasarkan data yang dimilikinya, hibah KONI pada anggaran murni 2026 telah dicairkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp150 juta melalui Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tertanggal 11 Maret 2026 (Rp44 juta untuk operasional KONI dan Rp106 juta untuk pembinaan cabor). Tahap kedua sebesar Rp100 juta cair via SP2D tertanggal 4 Mei 2026 (Rp12 juta operasional dan Rp88 juta pembinaan cabor).

Dengan demikian, dari total hibah Rp250 juta tersebut, akumulasi anggaran pembinaan bagi cabor dan atlet mencapai Rp194 juta, sementara Rp56 juta dialokasikan untuk operasional kesekretariatan KONI.

Asep mengungkapkan, sejumlah cabor sebenarnya telah merampungkan tahapan verifikasi usulan anggaran pada 8 hingga 13 Mei 2026 di Aula Dispora, lengkap disertai dokumen Berita Acara Verifikasi.

"Jadi aneh kalau kemudian disebut belum ada usulan atau masihumpulkan pengajuan dari cabor. Kami sudah mengikuti proses verifikasi dan memiliki bukti dokumentasinya," tegas Asep, Sabtu (31/10/2026).

Ia juga mempertanyakan urgensi pembahasan anggaran perubahan sebesar Rp800 juta untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV 2026, sementara pencairan hak dana murni untuk pembinaan cabor masih belum jelas keberadaannya.

Desak Pembuktian Rekening Bank dan Klarifikasi SPJ Dispora

Nada kritis senada dilontarkan Ketua Pengcab Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Banjar, Aan Setiana. Ia mempertanyakan klaim Ketua KONI yang menyebut sisa dana hibah sengaja disimpan untuk persiapan Porprov.

"Pertanyaannya, disimpan di rekening mana? Pernyataan tersebut harus dibuktikan secara faktual dengan menunjukkan rekening penerima hibah, yang biasanya melalui rekening bjb," ujar Aan.

Aan menambahkan, jika dana hibah tersebut diklaim masih tersimpan, pihak KONI dan Dispora wajib memberikan transparansi terkait laporan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) administratifnya.

"Syukur kalau dana itu betul masih tersimpan. Tetapi kalau ternyata tidak ada dananya, ke mana? Kalaupun benar masih tersimpan, lantas bagaimana SPJ ke Dispora? Hal ini perlu diperjelas agar duduk permasalahannya terang," kata Aan.

Para pengurus cabor mendesak Pemerintah Kota Banjar, Dispora, serta KONI Kota Banjar untuk membuka transparansi pengelolaan anggaran secara jujur demi menjaga iklim pembinaan atlet menjelang Porprov XV 2026.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin