TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) seluruh SDM Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Creative Center (GCC) Kompleks Dadaha, Kamis (11/9/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, serta Kepala Dinsos Kota Tasikmalaya, Budi Rachman.
Kadinsos Budi Rachman menyampaikan bahwa keberhasilan program pengentasan kemiskinan tidak terlepas dari kontribusi para pendamping PKH. Saat ini, tercatat 145 koordinator dan 1.147 petugas PKH yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Tasikmalaya.
"Tanpa rekan-rekan PKH, kami tidak bisa optimal melaksanakan tugas. Kami bersyukur dan berterima kasih atas kinerja mereka," ujar Budi.
Menurutnya, para pendamping PKH berperan sebagai mitra pemerintah dalam menangani masalah krusial terkait kesejahteraan masyarakat.
"Permasalahan masyarakat kurang mampu dalam konteks kondisi rentan. Kondisi rentan sakit, rentan ekonomi. Itu PKH," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menekankan bahwa pendataan penerima bantuan sosial harus bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pendata utama.
"Kami harap ada pemilahan kategori masyarakat miskin, ada yang membutuhkan bantuan sembako, ada yang perlu keterampilan agar bisa membuka usaha. Semakin banyak usaha, semakin banyak pula lapangan kerja tercipta," kata Diky.
Diky juga mengapresiasi kinerja PKH Kota Tasikmalaya yang berhasil menempati peringkat ke-21 secara nasional dalam penyelesaian tugas pokok dan fungsi. Ia menegaskan pentingnya meminimalkan kesalahan dalam proses pendataan agar tidak merugikan masyarakat miskin.
"Human error harus dihindari. Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan tidak wajar dari program pengentasan kemiskinan. Ini berbahaya, apalagi jika merugikan masyarakat miskin," pungkasnya.