CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Sebuah kandang ayam milik Engkos Kosasih (58) yang berada di Dusun Babantar, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, dilalap si jago merah pada Kamis (13/8/2026) dini hari. Kebakaran tersebut menghanguskan bangunan kandang seluas sekitar 27 meter persegi yang berisi kurang lebih 4.000 ekor ayam.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan peristiwa kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 03.00 WIB. Saat diketahui, kobaran api sudah dalam kondisi membesar atau flash over, sehingga berpotensi merambat ke area di sekitarnya.
"Warga melihat api sudah berada pada kondisi flash over. Karena khawatir api semakin meluas, kejadian tersebut segera dilaporkan kepada petugas Pos WMK Kawali," ujar Budi Rahmat.
Mendapat laporan tersebut, petugas Pos WMK Kawali langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua armada pemadam, yakni satu unit kendaraan pancar bernomor polisi Z 8160 T dan satu unit mobil tangki Z 8447 T.
Petugas berangkat sekitar pukul 03.05 WIB dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 03.15 WIB. Setibanya di lokasi, tim pemadam langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api dan mencegah penyebaran ke bangunan atau lahan di sekitarnya.
"Petugas segera melakukan pemadaman sesaat setelah tiba di lokasi agar api tidak semakin meluas," katanya.
Api Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban Jiwa
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, bangunan kandang ayam mengalami kerusakan cukup parah akibat dilalap api.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini," ungkap Budi.
Kerugian Mencapai Rp100 Juta
Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Petugas memperkirakan nilai kerugian mencapai sekitar Rp100 juta.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman. Berdasarkan dugaan awal, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran atau openan yang biasa dilakukan pada kandang ayam.
Proses penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 06.10 WIB. Setelah api dinyatakan padam sepenuhnya, petugas melakukan observasi lokasi, pendataan kerugian, serta memberikan edukasi kepada pemilik kandang dan warga sekitar mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran.
Dalam operasi pemadaman tersebut, Pos WMK Kawali turut melibatkan unsur TNI dan Polri melalui Babinsa serta Bhabinkamtibmas setempat. Respons cepat petugas bersama peran aktif warga dinilai menjadi faktor penting yang berhasil mencegah api meluas ke area permukiman maupun bangunan lainnya.