Ikuti Kami :

Disarankan:

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata, Pemprov Jabar Prioritaskan Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar–Pangandaran

Rabu, 23 September 2026 | 15:18 WIB
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata, Pemprov Jabar Prioritaskan Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar–Pangandaran
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata, Pemprov Jabar Prioritaskan Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar–Pangandaran. Foto: NewsTasikmalaya.com/Sukirman.

Pemprov Jabar priotitaskan reaktivasi jalur kereta Banjar–Pangandaran–Cijulang (23/9/2026). Dishub tekankan pentingnya pemerataan ekonomi agar Banjar tak sekadar dilewati.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Rencana reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat tidak hanya ditujukan untuk menghidupkan kembali konektivitas transportasi, tetapi juga diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di sepanjang kawasan yang dilaluinya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menindaklanjuti kajian Feasibility Study (FS) terhadap sejumlah jalur kereta api potensial. Dari 11 jalur yang sebelumnya masuk dalam pemetaan awal, program ini kini diprioritaskan menjadi 6 jalur utama.

Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Sunarto, menyampaikan bahwa salah satu koridor yang mendapat perhatian khusus adalah jalur menuju Cijulang yang memiliki keterkaitan erat dengan Kota Banjar dan kawasan wisata Pangandaran.

Kajian ini merupakan bentuk tindak lanjut dari kesepahaman antara Pemprov Jabar dengan pemangku kepentingan di bidang perkeretaapian. Langkah tersebut diambil guna memastikan bahwa reaktivasi tidak berhenti pada aspek teknis rel semata, melainkan berdampak pada integrasi pengembangan wilayah.

“Jadi memang kajian ini untuk melihat bagaimana konektivitas sentra-sentra pertumbuhan bisa difasilitasi melalui transportasi berbasis rel,” ujar Sunarto, Rabu (23/9/2026).

Sunarto menegaskan, keberadaan jalur kereta api harus dikoneksikan dengan potensi ekonomi lokal, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata.

Khusus untuk koridor Banjar–Pangandaran, potensi pergerakan penumpang dan barang dinilai sangat besar lantaran ditopang oleh geliat pariwisata serta komoditas unggulan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah di perlintasan didorong menyiapkan konsep pengembangan kawasan yang selaras.

Salah satu fokus penting dalam kajian ini adalah pemerataan dampak ekonomi agar aktivitas bisnis tidak menumpuk di titik tujuan wisata semata. Kota Banjar serta area lain di sepanjang perlintasan harus turut mengecap dampak positif keberadaan moda transportasi rel ini.

“Yang kita inginkan adalah antara Kota Banjar dengan wilayah sekitarnya sama-sama mendapatkan manfaat ekonomi. Jangan sampai hanya menjadi daerah yang dilewati,” kata Sunarto.

Ia menambahkan, pendekatan ini berkaitan erat dengan penguatan first mile, yaitu menumbuhkan rantai aktivitas ekonomi sejak dari titik awal pemberangkatan. Pemerintah kabupaten dan kota diminta aktif menggali potensi daerahnya agar dapat menyuplai tingkat keterisian (demand) transportasi.

"Pembangunan infrastruktur kereta api perlu berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi di kawasan," ungkap Sunarto.

Selain kajian dari Pemprov Jabar, sejumlah koridor juga telah dikaji oleh Kementerian Perhubungan. Hasil kajian dari pemerintah daerah dan pusat tersebut nantinya akan disinergikan guna menentukan peta jalan (roadmap) serta strategi implementasi lanjutan.

Pendekatan ini sangat krusial agar reaktivasi jalur kereta api tidak dipandang sebagai proyek fisik transportasi belaka, melainkan bagian dari grand design pembangunan wilayah Priangan Timur yang berkelanjutan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement