Ikuti Kami :

Disarankan:

Dorong Regenerasi Pesilat Muda, DPD PPSI Kota Banjar Gelar Pasanggiri Pencak Silat Tradisional Jawara Paseuk Nagara II

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:46 WIB
Dorong Regenerasi Pesilat Muda, DPD PPSI Kota Banjar Gelar Pasanggiri Pencak Silat Tradisional Jawara Paseuk Nagara II
Dorong Regenerasi Pesilat Muda, DPD PPSI Kota Banjar Gelar Pasanggiri Pencak Silat Tradisional Jawara Paseuk Nagara II.

DPD PPSI Kota Banjar menggelar Pasanggiri Pencak Silat Tradisional Jawara Paseuk Nagara II di Pataruman untuk mendorong regenerasi pesilat muda (22/8/2026).

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPD PPSI) Kota Banjar menggelar Pasanggiri Pencak Silat Tradisional Jawara Paseuk Nagara II di Sekretariat DPD PPSI Kota Banjar, Jalan Raya Banjar-Pangandaran, Lingkungan Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Sabtu (22/8/2026).

Ajang tahunan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk merawat eksistensi seni budaya pencak silat tradisional Sunda sekaligus mempercepat proses regenerasi pesilat muda di Kota Banjar.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Banjar, Sudarsono, serta dihadiri oleh unsur Pemerintah Daerah Kota Banjar, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), para kasepuhan, paguyuban, hingga komunitas pencak silat se-Kota Banjar.

Ketua Panitia, Maman Jaelani, menjelaskan bahwa pasanggiri ini disiapkan tidak sekadar sebagai ajang unjuk kebolehan para pesilat di atas gelanggang. Lebih jauh, agenda ini menjadi ruang perjumpaan lintas generasi untuk melestarikan warisan budaya leluhur.

"Keikutsertaan anak muda menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan pencak silat tradisional. Selain itu, pasanggiri sebagai wadah silaturahmi antar paguyuban pencak silat," kata Maman di lokasi acara, Sabtu (22/8/2026).

Dukungan penuh turut mengalir dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Banjar. Ketua KORMI Kota Banjar, Sulyanati, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD PPSI Kota Banjar atas konsistensinya membina olahraga tradisional.

“Kami dari KORMI mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. PPSI merupakan salah satu in-organ KORMI yang menjadi pelopor,” ujar Sulyanati.

Sulyanati menilai, ajang berbasis olahraga masyarakat seperti pasanggiri efektif menjadi kawah candradimuka untuk penjaringan bakat-bakat muda potensial sejak dini sebelum masuk ke jenjang kompetisi profesional.

“Pembinaan bibit dan atlet itu tidak harus selalu dimulai dari jenjang prestasi resmi. Kegiatan seperti ini bisa menjadi media atau sarana untuk menyeleksi, mencari, dan melihat bibit-bibit yang memiliki potensi untuk berprestasi ke depan,” tambahnya.

Melalui Pasanggiri Jawara Paseuk Nagara II, diharapkan seni bela diri tradisional Sunda tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan terus hidup, berkembang, dan mengakar kuat pada jiwa generasi muda Kota Banjar.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement