TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Proses evakuasi terhadap jasad pria tanpa identitas yang ditemukan tewas tergantung di Jembatan Binuang, RT 01, RW 10, Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung sangat mendebarkan pada Kamis (4/6/2026) siang. Petugas gabungan harus bertaruh dengan waktu dan keselamatan karena proses penurunan jenazah dilakukan langsung di atas struktur tinggi jembatan rel kereta api yang masih aktif.
Aksi nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri ini belakangan memang kerap terjadi di wilayah Tasikmalaya. Namun, insiden terbaru ini menjadi perhatian besar lantaran lokasi TKP yang ekstrem dan posisi tubuh korban yang menggantung di tiang penyangga utama jembatan, tepat di atas jurang dan aliran sungai.
Proses evakuasi yang berlangsung dramatis tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Aiptu H. Dede Nurjalil. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah personel kepolisian dibantu oleh petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, serta jajaran Polsek Ciawi harus memanjat dan merayap di sela-sela besi penyangga jembatan rel ganda KAI.
Aiptu H. Dede Nurjalil menginstruksikan seluruh jajaran agar ekstra hati-hati dalam melangkah. Selain karena faktor ketinggian medan jembatan yang sangat curam, petugas juga dihantui rasa waswas terhadap jadwal melintasnya kereta api reguler secara tiba-tiba di jalur tersebut. Menggunakan perlengkapan tali temali (rope rescue) dan helm keselamatan, petugas perlahan menuruni celah besi jembatan untuk mengikat jasad korban.
Warga setempat bersama pengendara yang melintas juga tampak menyemut di area pesawahan bawah jembatan guna menyaksikan jalannya proses penurunan jenazah yang menegangkan tersebut. Setelah berjibaku dengan medan yang sulit selama beberapa waktu, jasad pria berbaju putih menyerupai jubah atau gamis panjang tersebut akhirnya berhasil diturunkan dengan selamat dan langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah.
Peristiwa mengerikan ini pertama kali disadari oleh Edi Suryana (45), seorang petani warga Kampung Cipaneten, Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi. Edi membeberkan bahwa sebelum gempar, dirinya sedang sibuk menggarap area persawahan yang lokasinya tepat berada di bawah struktur jembatan rel kereta api tersebut.
Ketenangannya seketika pecah saat seorang wanita paruh baya yang merupakan tetangganya melintas di atas jembatan. Wanita tersebut mendadak berteriak-teriak histeris sembari menunjuk ke arah bawah kolong rel besi.
"Saya lagi di sawah, terus ada yang lewat perempuan, tetangga saya, dia teriak-teriak. Saya ke sini. Di bawah ada orang tuh di bawah jembatan kereta api. Orang apa bukan? Saya lihat ke bawah jembatan, oh iya bener orang itu, bunuh diri," kata Edi mengisahkan kembali momen mencekam pada Kamis pagi.
Edi menambahkan, dari pengamatan visual jarak dekat, pria misterius tersebut dipastikan bukan merupakan warga asli sekitar Kampung Cipaneten. Saat ditemukan kaku menggantung, pria tersebut memakai setelan pakaian bersih berwarna putih yang potongannya menyerupai jubah religius atau gamis.
"Orangnya pakai baju putih kayak gamis gitu. Identitasnya gak tahu," tutur Edi.
Usai berhasil diturunkan dari struktur besi jembatan oleh Tim Gabungan dan jajaran Inafis, jenazah korban langsung dimasukkan ke dalam unit ambulans untuk dilarikan menuju Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Pihak Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota kini tengah melakukan olah TKP lanjutan dan pemeriksaan sidik jari guna memecahkan misteri identitas jasad jubah putih tersebut serta mencari tahu motif di balik aksi nekatnya.