Ikuti Kami :

Disarankan:

Dugaan Intimidasi Kepala Sekolah oleh Oknum Wartawan di Ciamis, PGRI dan Organisasi Pers Lakukan Mediasi

Rabu, 24 September 2025 | 08:57 WIB
Dugaan Intimidasi Kepala Sekolah oleh Oknum Wartawan di Ciamis, PGRI dan Organisasi Pers Lakukan Mediasi
Dugaan Intimidasi Kepala Sekolah oleh Oknum Wartawan di Ciamis, PGRI dan Organisasi Pers Lakukan Mediasi. Foto: Istimewa

Seorang Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Ciamis, diduga mengalami intimidasi dan ancaman dari oknum wartawan. Peristiwa tersebut membuat korban merasa ketakutan hingga aktivitas belajar mengajar di sekolah sempat terganggu.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Seorang Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Ciamis, diduga mengalami intimidasi dan ancaman dari oknum wartawan. Peristiwa tersebut membuat korban merasa ketakutan hingga aktivitas belajar mengajar di sekolah sempat terganggu.

Menanggapi hal itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ciamis bergerak cepat dengan menggelar forum mediasi bersama sejumlah organisasi wartawan. Pertemuan berlangsung di Aula Wisma PGRI, Selasa (23/9/2025), dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Polres Ciamis, Dinas Pendidikan, dan LKBH PGRI.

Organisasi pers yang turut hadir antara lain IJTI, PWI, IPJI, IWO, dan AWDI.

Ketua PGRI Ciamis, Edi Rusyana, menegaskan forum tersebut digelar untuk menjaga keharmonisan antara dunia pendidikan dengan media.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa segala sesuatu ada proporsinya. Kami bekerja sama dengan organisasi media, karena itu kita mengundang PWI, IJTI, IWO, IPJI, dan AWDI,” ujar Edi.

Ia menekankan bahwa forum ini bukan sidang, melainkan ruang dialog untuk membuka perspektif bersama.

“Dengan cara seperti ini kita lebih nyaman. PGRI menjamin keamanan anggota, dan ternyata banyak manfaat yang bisa diambil dari forum ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua IJTI Galuh Raya, Yosep Trisna, menyoroti pentingnya etika jurnalistik dalam setiap proses peliputan.

“Etika jurnalistik dan sopan santun adalah hal dasar. Kalau narasumber enggan bicara, jurnalis wajib menghargai. Saya melihat isi berita kemarin lebih menyudutkan sekolah, dan itu tidak mencerminkan jurnalis yang kompeten,” tegasnya.

Yosep juga memastikan anggota IJTI Galuh Raya tidak pernah mendatangi sekolah untuk meminta konfirmasi kasus personal.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita memperoleh berita dengan cara profesional, menghargai hak-hak narasumber,” ujarnya.

Kepala sekolah yang menjadi korban, Irmawati,mengaku sempat terganggu oleh pesan intimidasi yang dikirimkan oknum wartawan tersebut. Meski begitu, ia berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan cara baik-baik.

“Kalau tidak ada itikad baik, tentu ada langkah hukum. Namun saya berharap hal ini bisa menjadi pelajaran bersama,” ungkapnya.

Forum mediasi ini menghasilkan kesepahaman bersama untuk terus membangun sinergi antara guru, sekolah, dan insan pers, demi terciptanya iklim pendidikan dan pemberitaan yang sehat di Kabupaten Ciamis.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement