BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI), Benjamin Paulus Oktavianus, menyampaikan komitmen serta rencana strategis Pemerintah Pusat untuk memperkuat infrastruktur kesehatan daerah, di antaranya melalui pembangunan, revitalisasi RSUD, hingga renovasi Puskesmas.
Hal tersebut disampaikan Wamenkes saat memberikan arahan di hadapan unsur Forkopimda, jajaran Pemkot Banjar, serta tamu undangan di Pendopo Kota Banjar, Senin (21/9/2026).
Benjamin membeberkan bahwa sebanyak 66 RSUD yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia telah selesai dibangun dan direvitalisasi. Pihaknya menegaskan komitmen untuk merelokasi bangunan rumah sakit daerah yang sudah tidak representatif agar digantikan dengan fasilitas baru yang lebih layak.
"66 rumah sakit yang di slide ini sekarang sudah jadi. Ini di mana saja, Sumbar, Manggarai, Bengkulu, Nias, Lampung, Sulawesi Tenggara. Kalau yang jelek mungkin relokasi," ujar Benjamin, Senin (21/9/2026).
Menanggapi pemaparan Kemenkes tersebut, Wakil Wali Kota Banjar, H. Supriana, memberikan apresiasi tinggi atas langkah Pemerintah Pusat yang terus menggenjot pembenahan fasilitas kesehatan masyarakat.
"Pemerintah daerah memiliki keinginan untuk merelokasi rumah sakit daerah karena sudah tua sehingga relokasi adalah sebuah keniscayaan," kata Supriana.
Supriana mengungkapkan, Pemkot Banjar berencana memindahkan lokasi rumah sakit daerah ke area strategis di perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Saat ini, pihak Pemkot tengah memproses pembebasan lahan milik warga di lokasi yang diproyeksikan tersebut.
"Kemungkinan, kita sudah ada proyeksi di perbatasan Jawa Barat Jawa Tengah. Kita sedang berproses ikhtiar pembebasan lahan," jelas Supriana.
Ia berharap rencana besar ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, di mana pemerintah daerah bertugas menyediakan lahan siap bangun sedangkan Kemenkes menyokong dari sisi program dan penganggaran.
"Mudah-mudahan ini ada gayung bersambut, pemerintah daerah menyiapkan lahan dan Pemerintah Pusat menyiapkan program," harap Supriana.