Ikuti Kami :

Disarankan:

Fahmi Muzaki Resmi Nakhodai HIPMI Kabupaten Tasikmalaya 2026-2029, Targetkan Cetak Pengusaha Baru hingga Tingkat Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:20 WIB
Fahmi Muzaki Resmi Nakhodai HIPMI Kabupaten Tasikmalaya 2026-2029, Targetkan Cetak Pengusaha Baru hingga Tingkat Desa
Fahmi Muzaki Resmi Nakhodai HIPMI Kabupaten Tasikmalaya 2026-2029, Targetkan Cetak Pengusaha Baru hingga Tingkat Desa. Foto: Kristian.

BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya periode 2026-2029 resmi dilantik di Pendopo Baru pada Minggu (12/7/2026). Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Fahmi Muzaki, HIPMI berkomitmen mencetak pengusaha baru hingga tingkat desa dan mempercepat digitalisasi produk UMKM.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Tasikmalaya periode 2026-2029 resmi dilantik. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini digelar di Pendopo Baru, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (12/7/2026) siang.

Agenda sakral ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus HIPMI Jawa Barat, Bupati Tasikmalaya, perwakilan DPRD, para ketua BPC HIPMI se-Jabar, jajaran organisasi kepemudaan (OKP), serta pelaku usaha dari berbagai daerah. Untuk tiga tahun ke depan, roda organisasi BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya akan dinakhodai oleh Fahmi Muzaki sebagai Ketua Umum.

Usai disumpah, Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya, Fahmi Muzaki, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi sebagai mitra strategis pemerintah daerah. HIPMI akan berfokus penuh dalam menumbuhkan iklim usaha yang sehat bagi generasi muda.

"Fokus utama kami adalah melahirkan pengusaha muda baru, mengangkat kelas UMKM, dan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat," ujar Fahmi Muzaki dalam sambutan perdananya, Minggu (12/7/2026).

Fahmi memaparkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki ceruk potensi geografis dan ekonomi yang sangat besar dengan membawahi 39 kecamatan dan 351 desa. Oleh karena itu, ia memastikan program pembinaan kewirausahaan HIPMI tidak hanya akan berpusat di wilayah perkotaan, melainkan bergerak masif menyasar tingkat pedesaan.

"Kami ingin HIPMI selama tiga tahun ke depan benar-benar mewarnai dunia usaha di Tasikmalaya. Tugas kami adalah memperjuangkan kepentingan usaha dan membuka lebar peluang bagi para pengusaha muda lokal," tegasnya.

Sebagai wujud sinergi, HIPMI siap mendukung penuh berbagai program taktis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, termasuk mengawal optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP). Kehadiran MPP dinilai krusial untuk mempercepat birokrasi perizinan usaha sehingga iklim investasi di Tasikmalaya menjadi jauh lebih kondusif. Selain itu, HIPMI juga mendukung penataan infrastruktur kota serta penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) demi mencetak tenaga kerja terampil yang adaptif dengan kebutuhan industri.

Sebagai langkah konkret digitalisasi, HIPMI Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan situs web (website) organisasi yang digarap oleh mahasiswa magang. Platform digital ini didesain sebagai jembatan promosi interaktif yang mempertemukan penjual dengan pembeli guna memperluas penetrasi pasar produk lokal unggulan.

Dengan mengusung semangat Kolektif dan Kolaboratif, Fahmi menambahkan bahwa pihaknya akan mempererat kerja sama dengan HIPMI se-Priangan Timur lewat program business matching, serta siap menyukseskan program prioritas pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di lokasi yang sama, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, mendorong kepengurusan yang baru dilantik untuk menitikberatkan esensi program pada kualitas pergerakan, bukan sekadar besar-besaran kuantitas organisasi. Ia berharap HIPMI Kabupaten Tasikmalaya menjadi katalis edukasi dan pendampingan agar para pedagang kecil serta pelaku UMKM mampu bertransformasi menjadi wirausaha mandiri yang menyerap banyak tenaga kerja.

Egi turut menyoroti tantangan rasio kewirausahaan nasional yang saat ini masih tertahan di angka 3,29 hingga 3,47 persen. Padahal, standar negara maju idealnya berada di kisaran 10 hingga 12 persen. Sementara, pemerintah pusat mematok target rasio kewirausahaan mampu menyentuh 3,6 persen atau setara lahirnya 10 juta pengusaha baru pada tahun 2029.

"Artinya, ruang dan tanggung jawab HIPMI untuk melahirkan pengusaha baru masih sangat lapang. Ada sekitar 64 sampai 65 juta entitas UMKM di Indonesia yang harus kita akselerasi bersama agar bisa naik kelas," pungkas Radityo Egi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement